Opini
Merdeka dari Ancaman Pangan Berbahaya
Ciri awal penjajahan masa depan apabila kita diatur negara lain dan kita tidak bisa menolak karena kita tergantung impor pangan
Ancaman makanan beracun terkonsumsi generasi milenial semakin mengkhawatirkan mengingat variasi makanan kekinian yang sering jadi idola generasi muda adalah mengonsumsi sayur atau buah mentah segar.
Pertanyaan mendasar apakah sayuran mentah ini sudah memenuhi syarat bila langsung dikonsumsi untuk hidup sehat. Jawabnya tergantung petani yang menanam dan perlakuan saat di penyimpanan.
Tim Dokter Tanaman dari Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, hadir di tengah masyarakat tani melalui dana Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) dari LPPM ULM memberikan solusi alternatif kepada petani untuk kembali ke alam.
Melalui kegiatan bertema ”Tranfer teknologi pembuatan kompos media tanam berbasis mikroba indiginous dan gulma air untuk pertnian organik”, mengajak petani memanfaatkan kekayaan alam setempat berupa mikroba antagonis indiginous bermanfaat dan tanaman dari gulma sekitar lahan petani yang mengandung khasiat bisa mencegah berkembangnya hama penyakit.
Kehadiran Dokter Tanaman dari Prodi Proteksi tanaman diperlukan agar petani dengan berbagai keterbatasannya tidak kalap dan mengambil keputusan yang tidak tepat bahkan salah.
Petani perlu pendampingan secara intensif dan berkelanjutan untuk mengubah perilaku cara bercocok tanam yang baik dan benar berdasarkan hasil kajian penelitian melalui Program Dosen Wajib Meneliti (PDWM) ULM. Mengajak dan membimbing agar petani memulai bertani secara organik tanpa pestisida dan pupuk sintetis.
Petani perlu didampingi cara mendapatkan bahan alternatif pengganti pestisida untuk pengendalian hama penyakit di lahan dengan mikroba bermanfaat yang mampu menghambat perkembangan hama penyakit dan mampu meningkatkan kesuburan tanaman sehingga dapat berproduksi dengan baik.
Petani juga diberikan keyakinan bahwa pemanfaatan eco enzym yang dibuat dari sisa buah dan sayur yang tidak terpakai selanjutnya difermentasi maka hasilnya dapat membantu menyuburkan tanaman pertanian.
Strategi pengendalian ramah lingkungan adalah dengan pencegahan sedini mungkin dan selalu melakukan pengamatan rutin untuk menentukan kapan waktu pengendalian harus dilakukan. Bukan lagi penggunaan pestsida sintetis secara terjadwal dengan dosis yang berlebihan yang tentunya berdampak pada produk pertanian mengandung bahan beracun terus bertambah parah.
Saatnya pemanfaatan pestisida organik berbahan mikroba antagonis indiginous semakin menjadi perhatian semua pihak agar generasi muda milenial yang sehat dan tangguh tak terkontaminasi tubuhnya dengan pestisida beracun. Perhatian yang lebih juga semakin dituntut lahir dari kalangan akademisi untuk membuat inovasi yang memudahkan petani aplikasi di lahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Prof-Dr-Ir-Ismed-Setya-Budi-MS.jpg)