Barang Bukti Korupsi

Lihat Penampakan Barang Bukti Uang Rp5,1 Triliun Hasil Korupsi, Bertumpuk & Dijaga Aparat Bersenjata

Lihat penampakan barang bukti uang hasil korupsil senilai Rp5,1 triliun yang disita Kejaksaan Agung dari tersangka Surya Darmadi

Editor: Irfani Rahman
Capture Youtube Tribunnews
Barang bukti uang hasil dugaan korupsi Rp5,1 triliun yang disita Kejaksaan Agung dari tersangka korupsi Surya Darmadi yang kemudian dibawa ke bank untuk dititipkan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut penampakan uang tunai senilai Rp5,1 triliun yang merupakan barang bukti uang korupsi terbesar di Indonesia dengan tersangka Surya Darmadi (SD) yang ditangani Kejaksaan Agung.

Kejaksaan Agung memperlihatkan tumpukan barang bukti uang yang disita.

barang bukti uang senilai Rp5,1 triliun tersebut berbentuk dolar AS senilai US$11.400.814 dan berbentuk dolar Singapura senilai Sin$646

Kejaksaan Agung memamerkan barang bukti berupa uang tunai rupiah senilai Rp 5,1 triliun, uang berbentuk dolar AS senilai US$11.400.814 dan berbentuk dolar Singapura senilai Sin$646 dalam perkara dugaan korupsi penyerobotan lahan sawit dengan tersangka Surya Darmadi (SD).

Baca juga: Harga Minyak Goreng Hari Ini Rabu 31 Agustus 2022, Beragam Merek Tersedia, Tinggal Sesuaikan Budget

Baca juga: Jadwal Acara TV Hari Ini Rabu 31 Agustus 2022, Kompas TV, SCTV, Indosiar, Trans 7, dan Trans TV.

Tumpukan uang itu dibungkus dengan plastik transparan.

Barang bukti uang ini kemudian ditumpuk hingga 14 tumpuk. Tumpukan uang triliunan rupiah itu dijaga oleh dua personel pengamanan berseragam Kejagung.

Setelah konferensi pers, uang-uang itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil khusus untuk disetor ke bank.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana mengatakan barang bukti uang itu dititipkan ke Bank Mandiri dan beberapa bank milik pemerintah lainnya.

"Uang sitaan yang diserahkan dari Jampidsus berjumlah Rp5,1 triliun. Itu dalam rupiah. Lalu 11 juta dalam bentuk uang dollar Amerika. Lalu ditambah 646 dolar Singapura," kata Ketut.

Kejagung saat ini tengah mengusut kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan sawit di Riau yang merugikan negara hingga puluhan triliun yang menjadi kasus korupsi ini disebut terbesar di Indonesia.

Bahkan menurut Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kerugian negara dari kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan sawit Surya Darmadi (SD) ini mencapai Rp104 triliun.

Baca juga: Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev Meninggal Dunia, Dimakamkan Disamping Istri di Moskow

Baca juga: Terekam 8 Kejadian Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Pelukan Ferdy Sambo Hingga Pemeran Pengganti

Jumlah itu merupakan penjumlahan dari kerugian keuangan negara sekitar Rp 4,9 triliun dan kerugian perekonomian negara sebesar Rp 99,2 triliun.

Menurut perhitungan terkini dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian keuangan negara yaitu sebesar Rp4,9 triliun dan kerugian perekonomian negara sebesar Rp99,2 triliun.

"Awalnya kan Rp78 triliun. Namun dari hasil perhitungan kepada penyidik dari BPKP itu kerugian negara senilai Rp4,9 triliun untuk keuangan. Kemudian untuk kerugian perekonomian negara senilai Rp99,2 triliun. Sehingga nilai ini ada perubahan, dari awal penyidik Rp78 triliun," kata Febrie.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved