Berita Banjarmasin

Protes Harga BBM Bersubsidi Naik, Begini Aksi Dua Mahasiswa di Banjarmasin

Protes harga BBM bersubsidi naik, dua mahasiswa UIN Antasari ini melakukan aksi dorong sepeda dan motor

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Lakukan aksi protes naiknya BBM Bersubsidi, Fahrianoor dan Arbani melakukan aksi mendorong sepeda dan sepeda motor, Senin (5/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aksi mendorong sepeda dan juga motor dilakukan oleh dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, hari ini Senin (5/9/2022) sore.

Dua mahasiswa yang melakukan aksi ini, yakni Fahrianoor yang mendorong sepeda, dan Arbani yang mendorong sepeda motor jenis matic ini merupakan bentuk protes atas naiknya harga BBM bersubsidi oleh pemerintah.

Aksi mendorong sepeda dilakukan dari Jalan Veteran Banjarmasin, sedangkan sepeda motor didorong dari belakang A Hotel Banjarmasin.

Mereka pun kemudian bersama-sama mendorong sepeda dan sepeda motor ke depan Kantor DPRD Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat, hingga depan Balai Kota Banjarmasin di Jalan RE Martadinata.

Baca juga: Jelang Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Begini Pantauan Suasana SPBU di Banjarmasin

Baca juga: Aktivis PMII Kalsel Tegaskan Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Rencanakan Aksi Serentak

Sambil mendorong sepeda maupun sepeda motor, mereka pun memasang tulisan di dada, seperti "BBM Naik Lagi", dan juga "BBM Naik Rakyat Tercekik Dimana Nurani Pemerintah".

"Ini aksi simbolik, untuk merespon kenaikan harga BBM. Dan ini untuk menggambarkan bahwa masyarakat sedang kesusahan," ujar Fahrianoor atau yang akrab disapa Aken.

Aken menambahkan bahwa kebijakan menaikkan BBM oleh pemerintah, membuat masyarakat semakin terhimpit.

"Kita ketahui masyarakat saat ini sedang kesulitan pasca pandemi Covid-19. Ditambah lagi dengan pemerintah menaikkan BBM yang sama sekali tidak memberikan kemudahan kepada masyarakat," jelasnya.

Baca juga: Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Begini Alasan Nelayan di Kotabaru Kalsel

Aken juga menerangkan seharusnya pemerintah tidak mengambil kebijakan menaikkan BBM ini.

"Harusnya bukan BBM yang naik. Seharusnya upah yang naik," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved