Kriminalitas Tabalong

Berawal Chat Mesra dengan Perempuan Lain, Pertengkaran Pasutri di Tabalong Berujung ke Polisi

Lelaki warga Desa Talan kini berurusan dengan aparat hukum Polres Tabalong karena kekerasan yang dilakukan terhadap isterinya sendiri.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Humas Polres Tabalong
Proses hukum di Satreskrim Polres Tabalong karena diduga telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap isterinya sendiri kini harus dijalani, AS (35) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Proses hukum di Satreskrim Polres Tabalong karena diduga telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap isterinya sendiri kini harus dijalani, AS (35).

Pelaku AS yang merupakan warga Desa Talan, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalsel ini, jalani proses hukum setelah dilaporkan sang isteri, HM (25).

Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin,, melalui, PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong, Aipda Irawan Yudha Pratama, Kamis (8/9/2022), membenarkan diamankannya pelaku AS atas laporan isterinya, HM, dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga.

“Satreskrim Polres Tabalong mengamankan AS (35) pada Selasa (6/9/2022) malam di terminal Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong," katanya.

Baca juga: Puluhan Dus Oli Diduga Ilegal Disita Satreskrim Polres Tabalong, Bongkar Penyuplai di Banjarmasin

Baca juga: Kades se-Tabalong Ikuti Bimtek Pengadaan Barang Jasa, Bupati : Kepala Desa Harus Tahu Tata Caranya

Kejadian berawal saat HM melihat suaminya, AS, yang rebahan saat bermain handphone di kediaman mereka di Desa Talan, Kecamatan Banua Lawas,Tabalong, Senin (18/7/2022) malam.

Pada aplikasi chat di handphone tersebut sang isteri melihat percakapan mesra suaminya dengan perempuan lain yang tidak dikenalnya.

Dari situ terjadilah cekcok mulut dan kemudian HM pergi meninggalkan rumah dengan berjalan kaki membawa anak laki-lakinya berusia 3 tahun

“AS kemudian mengejar HM sambil merebut anak yang dipeluk HM," tambahnya.

AS yang berusaha merebut anak tersebut dengan cara menarik tangan HM hingga memar berwarna biru, namun HM tetap mempertahankan anaknya dan bisa pergi meninggalkan AS.

Baca juga: Cuma Miliki HP Jadul, Sejumlah Sopir Angkutan Umum di Tanahlaut Harapkan Ini Pada Pemerintah

Kejadian yang dialaminya ini kemudian dilaporkan HM ke polisi, hingga akhirnya AS bisa diamankan Satreskrim Polres Tabalong.

Menurut hasil visum yang dikeluarkan RSUD H Badaruddin Kasim, HM mengalami luka gesek di lutut kanan sebesar lima kali empat centimeter, luka gesek di lutut kiri sebesar dua kali tiga centimeter, luka memar dan bengkak di jari manis kanan.

"AS mengakui semua perbuatannya dan disangkakan pasal 44 UURI No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, ancaman hukuman 5 tahun penjara dan saat ini AS sudah diamankan di Polres Tabalong untuk proses hukum lebih lanjut," tegas Yudha.

Sementara itu, dari keterangan HM dan dikuatkan dengan surat penyataan yang dibuat AS disaksikan aparat desa setempat, ternyata AS juga pernah melakukan tindak kekerasan verbal dan fisik kepada HM Nopember 2021.

“Menurut keterangan aparat desa setempat, AS juga berlaku serupa kepada 3 istrinya sebelum AS menikah dengan HM," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved