Btalk

 BTALK - Mengawal Distribusi BBM Bersubsidi 

PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan berusaha mengawal distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran termasuk di Kalselteng

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Capture Youtube BPost
Sales Branch Manager V Kalselteng Handy Tri Husodo dalam Program BTalk, Kamis (15/9/2022) pukul 10.00 Wita.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Bersubsidi mendapat sorotan masyarakat.

Agar beban masyarakat tidak semakin berat, PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan berusaha mengawal distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran termasuk di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 

Bagaimana Pertamina melakukannya? Sales Branch Manager V Kalselteng Handy Tri Husodo menjelaskannya dalam Program BTalk-Banjarmasin Bicara Apa Saja, Kamis (15/9/2022) pukul 10.00 Wita.

Dipandu Jurnalis Banjarmasin Post Murhan, perbincangan ditayangkan langsung dan bisa disimak ulang di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online. 

Baca juga: Kalsel Terapkan Barcode MyPertamina untuk Pengisian BBM, Petugas SPBU Lakukan Ini Jika Tanpa Barcode

Baca juga: Organda Kalsel Naikkan Tarif Angkutan Umum 27 Persen, Pasrah Kenaikan BBM Bersubsidi

Baca juga: BBM Bersubsidi Naik, Tarif Feri Penyeberangan di Batola Turut Terkerek

Dijelaskan Handy, pada 3 September 2022 pemerintah telah mengumumkan perubahan harga BBM khususnya Pertalite dan Bio Solar.

"Sebagaimana dikatakan Presiden Jokowi bahwa hal ini tak bisa dihindari. Dan ini merupakan dampak perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan naiknya harga minya dunia menjadi 130 dolar per barel," jelasnya.

Lanjut Handy, Indonesia yang masih berstatus sebagai importir BBM harus menyesuaikan anggaran penyediaan BBM atas kenaikan harga minyak dunia tersebut.

"Kebutuhan harian BBM secara nasional adalah 1,6 juta barel, sedangkan produksi B dalam negeri hanya 800 ribu barel per hari. Jadi itulah kenapa kita bergantung harga minyak dunia," kata Handy.

Jika tidak menaikan harga BBM maka dengan adanya kenaikan itu pemerintah harus mensubsidi hingga Rp500 triliun yang nilai itu sangat fantastis.

"Sebab itu kita harus mengarahkan BBM bersubsidi ke tangan yang tepat. Dengan adanya aplikasi My Pertamina maka diharapkan menjadi solusi yang tepat," paparnya.

Sejak 1 Juli My Pertamina diujicoba dan membuka pendaftaran untuk pendataan pengguna bio solar dan pertalite.

Konsumen yang berhak mendapatkan solar bersubsidi diatur sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Transportasi Darat yaitu Kendaraan pribadi, Kendaraan umum plat kuning, Kendaraan angkutan barang (kecuali untuk pengangkut hasil pertambangan dan perkebunan dengan roda > 6), Mobil layanan umum : Ambulance, Mobil Jenazah, Sampah dan Pemadam Kebakaran Transportasi Air.

Transportasi Air dengan Motor Tempel, ASDP, Transportasi Laut Berbendera Indonesia, Kapal Pelayaran Rakyat/Perintis, dengan verifikasi dan rekomendasi Kepala SKPD / Kuota oleh Badan Pengatur. Usaha Perikanan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved