Ekonomi dan Bisnis

Data Penyaluran BLT BBM Bukan dari Biro Statistik, Berikut Penjelasan Kepala BPS Kalsel

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Yos Rusdiansyah mengatakan data penerrima BLT BBM dari Kemensos, bukan dari BPS.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Warga mengurus pancairan dana Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan sembako di Kantor Pos Pelaihari, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (13/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dalam kaitan data penyaluran subsidi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM), ternyata data yang dipakai adalah dari Kementerian Sosial.

Berkaitan dengan penggunaan data untuk program bantuan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) tidak dilibatkan.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan ( BPS Kalsel), Yos Rusdiansyah, di sela acara rakor daerah pendataan awal registrasi sosial ekonomi (regsosek), Kamis (15/9/2022), membenarkannya.

"BPS tidak mengeluarkan data warga miskin by name by address untuk perlindungan sosial. BPS hanya menyajikan data kemiskinan makro berupa persentase penduduk miskin dan jumlahnya. Sumber data kemiskinan kami adalah Survey Sosial Eknomi Nasional (Susenas), karena merupakan survey (ample) jadi tidak menunjukkan siapa dan dimana (by name by address), " kata dia.

Kemudian, Yos Rusdiansyah mnejelaskan, secara umum pertumbuhan ekonomi pasca kenaikan harga BBM akan dipotret pada periode triwulan III 2022 (Juli-September). Dan direncanakan, rilis pada 7 November 2022.

Baca juga: Protes Kenaikan Harga BBM, Teriakan Pengecut Terlontar di Depan Gedung DPRD Kalsel

Baca juga: Gelar Seruan Aksi Part II, Mahasiswa Aliansi BEM Se-Kalsel Mulai Berjalan ke Gedung DPRD Kalsel

Baca juga:  BTALK - Mengawal Distribusi BBM Bersubsidi 

"Namun sebagai gambaran, perkembangan ekonomi Kalsel sejak 2020 sampai dengan Semester 1 2022 menunjukan ekonomi Kalsel semakin tumbuh kuat dan maju, yaitu pertumbuhan ekonomi tahun 2020 saat dimulainya pandemi covid19 membuat kontraksi ekonomi Kalsel -1,82 peren. Kemudian bangkit menjadi 3,48 peren di tahun 2021, dan sampai Semester 1_2022 semakin menguat dan maju hingga satu semester di tahun 2022 Kalsel telah tumbuh 4,70 persen," urai Yos Rusdiansyah.

Artinya, lanjut Yos, kemajuan ekonomi Kalsel tersebut membuat aktivitas masyarakat ikut meningkat untuk semua lapisan masyarakat.

"Boleh jadi, masyarakat yang pada saat di masa pandemi Covid-19 terkena PHK, mulai Januari sampai Juni 2022,   banyak yang bekerja kembali," sebutnya.

Dikatakan dia, pertumbuhan ekonomi semester 1 tahun 2022 ini hampir menyamai performa ekonomi sebelum pandemi.

"Pulihnya sektor jasa-jasa terutama transportasi merupakan salah satu penyumbang sumber pertumbuhan. Dari pertumbuhan senilai 4,7 persen, sektor transportasi merupakan penyumbang sumber pertumbuhan tertinggi setelah sektor pertambangan (sektor transportasi menyumbang 0,85 persen terhadap pertumbuhan ekonomi 4,70 persen), " runutnya.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Kalsel, Komoditas Cabai dan Bawang Merangkak Naik

Baca juga: Terpilih Aklamasi, Hj Uzlah Kembali Pimpin DPW APBMI Kalsel

Baca juga: Penyaluran BLT BBM 121 Orang Tak Datang, Hari Ini Kantor Pos Pelaihari Layani Pencairan Susulan

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved