UMKM Perajin Sasirangan dan Ecoprint
Wisata Kalsel - Harga Ecoprint Lebih Tinggi dari Sasirangan, Pengrajin Ungkap Alasannya
Wisata Kalsel. Pelaku UMKM perajin sasirangan dan ecoprint di Banjarmasin, Siti Syarbaidah, sebut teknik ecoprint rumit sehingga harganya mahal.
Penulis: Mariana | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wisata Kalsel. Teknik Ecoprint kini terus dikembangkan oleh para perajin kain di Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya Kota Banjarmasin.
Seperti pada pelaku UMKM perajin sasirangan dan ecoprint di Banjarmasin, yakni Siti Syarbaidah (50), produk yang dihasilkan dari teknik ecoprint harga jualnya lebih tinggi.
"Mengapa demikian. Karena pembuatannya lebih rumit dan lama. Untuk menata atau penyusunan daun ke kain butuh waktu satu jam, belum lagi proses pengukusan hampir dua jam," jelas Syarbai sapaan karibnya kepada Banjarmasinpost.co.id.
Baca juga: Wisata Kalsel - Perajin Sasirangan dan Ecoprint di Banjarmasin Ini Rajin Ikut Expo dan Bazar
Baca juga: Ini Kebijakan Baru Pemerintah Arab Saudi Soal Penyelenggaran Umrah, Tak Ada Batasan Kuota
Baca juga: Tarif Naik, Driver Ojol di Banjarmasin Keluhkan Sepinya Pelanggan
Baca juga: Kabar Gembira, Pemerintah Akan Bagi Kompor Listrik Gratis Seharga Rp1,8 Juta, Ini Syaratnya
Selain itu, Syarbai menguraikan, jika daun yang digunakan tidak bisa ditempelkan pada lebih dari satu kain.
Apabila ditempelkan pada kain lainnya maka warnanya akan berubah atau menjadi pudar dari sebelumnya.
Diketahui, ecoprint adalah teknik pewarnaan alami pada kain menggunakan tumbuhan atau tanaman asli yang menciptakan motif pada kain dihasilkan.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Wisata-Kalsel-Produk-sasirangan-dan-ecoprint-pada-expo-di-Kota-Banjarmasin-21092022.jpg)