Religi

Hukum Memelihara Jenggot, Ustadz Abdul Somad Sebut Membedakan Umat Islam dari Kaum Yahudi

Penceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan hukum memelihara jenggot. Memelihara jenggot salah satunya untuk menyelisihi kaum Yahudi.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
AFP
Ilustrasi memelihara jenggot.Ustadz Abdul Somad memaparkan memelihara jenggot merupakan sunnah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan hukum memelihara jenggot.

Islam menganjurkan berbagai hal, dituturkan Ustadz Abdul Somad salah satunya memelihara jenggot.

Ustadz Abdul Somad mengatakan memelihara jenggot salah satunya untuk menyelisihi kaum Yahudi.

Jenggot (lihyah) adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan berbagai anjuran bagi kaum muslimin di antaranya memanjangkan jenggot memiliki tujuan tertentu.

Baca juga: Hukum Memakai Celana Cingkrang, Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Isbal dalam Islam

Baca juga: Cara Memulai Berhijrah, Buya Yahya Imbau Perbanyak Ikuti Majelis Ilmu

"Untuk membedakan Islam dengan Yahudi dan Majusi perlu adanya identitas, kata Nabi Muhammad SAW, bedakan diri kamu dengan Yahudi, rambut orang-orang kaum Yahudi putih maka umat Islam dicat menggunakan inai dan menjadi pirang," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube ZEIN Blog.

Selain itu, orang-orang Yahudi memiliki kumis dan jenggot yang panjang, maka umat Islam dianjurkan untuk mencukur kumis dan tetap memelihara jenggot.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

"Perintah disitu menurut mazhab Syafii berjenggot hukumnya sunnah atau tidak wajib, jadi bapak, adik-adik remaja yang sudah berjenggot maka bagus," terangnya.

Tidak boleh kemudian mengatakan hukum memanjangkan jenggot adalah wajib, sebab jika tidak dikerjakan hukumnya haram jikalau disebut wajib.

Sementara hukum berjenggot adalah sunnah yang apabila dikerjakan mendapat pahala, tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.

Yang selama ini ragu untuk berjenggot, maka berjenggotlah bagus karena termasuk sunnah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved