Kartu Prakerja

Prakerja Gelombang 47 Terakhir di Tahun 2022, Airlangga Jelaskan Nasib Program pada 2023

Program kartu prakerja gelomgang 47 menjadi yang terakhir pada 2022. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan untuk 2023.

Editor: M.Risman Noor
KEMENKO PEREKONOMIAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, Kartu Prakerja Gelombang 48 akan dilanjutkan pada 2023 mendatang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Program kartu prakerja gelomgang 47 menjadi yang terakhir pada 2022. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan untuk 2023.

Program Kartu Prakerja gelombang 47 ditutup pada 28 Oktober 2022.

Bagaimana nasib prakerja gelombang 48 atau pada 2023 mendatang.

Melalui Instagram Prakerja diberitahukan kalau gelombang 47 menjadi penutup program di tahun 2022.

"Gelombang 47 adalah KESEMPATAN TERAKHIR untuk kamu menjadi penerima Kartu Prakerja di tahun 2022 ini, artinya ini adalah Gelombang terakhir Program Kartu Prakerja di tahun 2022 ini," tulis postingan Prakerja, (28/10/2022).

Baca juga: Pasien DBD di RSUD Ulin Dalam Hitungan Jam Meninggal, Ini Penyebabnya

Baca juga: Cegah Penularan Kaki Gajah, 1.050 Warga di Balangan Uji Sampel Darah untuk TAS Filariasis 

Baca juga: PTPN 13 Pastikan Perbaikan Jalan Menuju Tebingsiring Tanahlaut Segera Dilaksanakan, Ini Targetnya

Meski demikian, masyarakat masih bisa mengikuti program Kartu Prakerja di tahun 2023.

Di tahun 2023, Kartu Prakerja akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pascapelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon), Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Cipta Kerja dalam Rapat Komite Cipta Kerja, Senin (03/10/2022), di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

"Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19," kata Menko Ekon, dikutip dari setkab.go.id.

Dalam rapat tersebut, para anggota komite sepakat untuk memulai skema normal pada tahun 2023 dan akan melanjutkan skema semi bantuan sosial hingga akhir kuartal IV-2022 dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif sama dengan sebelumnya.

"Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp5 triliun dengan target 1,5 juta orang," ujarnya.

Baca juga: Viral Pencuri Tertidur di SDN Tamanrejo Blora, Kaget dan Pasrah Dibangunkan Polisi

Lebih lanjut, Menko Ekon mengingatkan kepada seluruh pihak agar dapat mulai melakukan persiapan serta sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan terkait adanya berbagai perubahan mengingat skema normal akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2023.

Selanjutnya, terkait pelaksanaan skema normal tersebut, kata Menko Ekon, pada tahun 2023 pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran bantuan yang diterima peserta senilai Rp4,2 juta per individu dengan rincian:

- Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta;

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved