Berita HSU

Rumah Berusia Ratusan Tahun di Kota Amuntai, Mempertahankan Desain Zaman Dulu

Rumah kuno dibangun 1800an terdapat di tepi jalan dekat Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Rumah berusia ratusan tahun di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (28/11/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Rumah yang telah berusia ratusan tahun, saat ini masih bisa dilihat di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bangunan antik, kuno, indah, itu masih terjaga desainnya sejak awal dibangun hingga sekarang. Masih terlihat kokoh dan pula nyaman untuk ditempati. 

Rumah tradisional tersebut berada tak jauh dari pusat Kota Amuntai, Kabupaten HSU, Kalsel. 

Dibangun oleh keluarga almarhum H Arif dan Hj Fatimah pada 1800-an, kini tetap menjaga keasliannya.

Baca juga: Viral Uang Kertas Puluhan Juta Tersimpan di Bawah Rumah di Martapura, Pemilik Dikenal Ulet Bekerja

Baca juga: Ungkap Identitas Mayat Pria di Pelambuan Banjarmasin, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

Baca juga: Cium Bau Tak Sedap, Warga Temukan Pria di Pelambuan Banjarmasin Ini Meninggal di Kamar Sewaan

Fathia, merupakan keturunan keempat dari pemilik rumah yang masih terus menjaga bangunan berusia lebih 100 tahun ini.

Tampak dari depan rumah, memiliki banyak jendela. Dari ujung kanan dan kiri, seluruhnya terdapat 5 jendela.

Ditambah dengan 1 pintu yang desainnya mirip dengan jendela, namun di bagian bawah disejajarkan dengan lantai.

Terdapat dua lapis pintu dan jendela, yaitu di bagian dalam terdapat kaca untuk jendela dan pintu. Lalu, dilapis di bagian luar berupa kayu.

Baca juga: Ungkap Tambang Emas Ilegal di Desa Kiram Kabupaten Banjar, Polhut Dishut Kalsel Amankan Mesin Alkon

Baca juga: Pelaku Pemerkosaan Pakai Muslihat, Rudapaksa Mantan Kakak Ipar di Kontrakan di Banjarmasin

Baca juga: Berkedok Jual Arisan Online, Perempuan Muda di Tabalong Ini Embat Rp 173 Juta dari Korban

Penuturan Fathia, rumah tersebut memang tidak ada yang diubah. Hanya bagian lantai ditinggikan sekitar 65 sentimeter untuk  menghindari banjir.

Meski demikian, karena bangunan rumahnya memang tinggi, saat ini bagian dalam rumah juga masih tergolong tinggi.

Bagian atap, awalnya merupakan sirap. Namun karena bocor, dilapis menggunakan seng. Sebelum dilapisi seng, rumah masih terlihat lebih estetis karena menggunakan atap dari sirap.

Rumah ini cukup besar. Terdapat 3 kamar utama. Setiap kamar, terdapat jendela yang langsung melihat ke ruang keluarga.

Baca juga: Dua BPK di Banjarmasin Dibobol Pencuri, Mesin Pemadam Senilai Rp 45 Juta Raib

Baca juga: Mesin Pompa Air Pemadam Kebakaran Milik BPK di Banjarmasin Raib Digondol Maling

Baca juga: Keluyuran Saat Jam Kerja, Puluhan ASN di Banjarmasin Terjaring Razia BKD Diklat dan Satpol PP

Bagian depan merupakan ruang tamu yang cukup luas. Biasa digunakan untuk menggelar kegiatan atau acara.

"Beberapa perabot, lemari, masih digunakan sebagaimana pada awal rumah ini didirikan. Gagang pintu, masih menggunakan besi yang digunakan sejak awal pembangunan rumah," urai dia. 

Rumah ini yang menarik perhatian ini berada di ruas jalur jalan provinsi, penghubung Kabupaten Tabalong dan Kabupaten HSU

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved