Religi

Ustadz Adi Hidayat Ungkap Keistimewaan Shalat Dhuha, Simak 3 Waktu Pengerjaan serta Doanya

Ustadz Adi Hidayat jabarkan keistimewaan rutin mengamalkan Shalat Dhuha, simak juga waktu mengerrjakan shalat sunnah ini

Editor: Irfani Rahman
Canva
Ilustrasi Shalat Dhuha. Ustadz Adi Hidayat jabarkan keutamaan Shalat Dhuha, simak juga waktu pengerjaan shalat sunnah ini 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut keistimewaan Shalat Dhuha yangdijabarkan Ustadz Adi Hidayat. Simak juga waktu pengerjaan shalat sunnah ini. Tak ketinggalan niat dan tata cara agar pengerjaan Shalat Dhuha .

Ustadz Adi Hidayat terangkan keistimewaan shalat sunnah ini. Ternyata tak hanya mendatangkan rezeki namun juga manfaat lainnya jika kita rutin mengamalkannya.

Adapun Shalat Dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang dianjurkan rutin kita amalkan setiap hari.

Untuk waktu pengerjaan Shalat Dhuha menurut Ustadz Adi Hidayat ada tiga waktu.

Sebelum memulai aktivitas di hari ini ada baiknya kita memulainya dengan Shalat Dhuha.

Baca juga: Hukum Bertaubat Namun Tak Meminta Maaf kepada yang Dizalimi, Ustadz Adi Hidayat Beri Penjelasan

Baca juga: Pemicu Datangnya Jin dan Setan di Rumah, Ustadz Adi Hidayat Jabarkan Benda yang Bisa Merusak Akidah

Menunaikan Shalat Dhuha sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Banyak keutamaan di dapat kala mengerjakan shalat sunnah ini.

Nah untuk pengerjaan Shalat Dhuha ini pun ada waktunya.

Ustadz Adi Hidayat beri penjelaskan mengenai batas pengerjaan shalat sunnah yang dikatakan mendatangkan rezeki ini.

Kurang lebih sama dengan shalat lainnya, Shalat Dhuha diawali Takbiratul Ihram dan diakhiri salam.

Shalat sunnah dhuha adalah salah satu shalat yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan shalat dhuha terdiri dari tiga jenis waktu. Yang pertama adalah shalat awal dhuha yang disebut shalat isyraq.

"Usai shalat subuh tidak beranjak dulu, duduk dan berdzikir kepada Allah, bisa pula berdoa, bertafakkur atau ta'lim, bisa bertasbih dzikir pagi petang dengan kalimat-kalimat toyyibah. Lalu muncul syuruq, perjalanannya disebut isyraq melewati satu tombak bayangan, shalat dua rakaat itu pahala shalatnya senilai haji dan umrah," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtubeAdi Hidayat Official.

Kemudian pertengahan Dhuha sekitar pukul 8-10 pagi, jumlah rakaatnya 2-4 rakaat. Shalat ini memiliki keutamaan yakni mengganti seluruh zikir yang ada pada tubuh.

Baca juga: Amalan agar Taubat Diterima Allah SWT, Ustadz Abdul Somad Beri Penjelasan

Baca juga: Cara Mengingatkan Keluarga Untuk Hijrah, Buya Yahya Jelaskan Bisa Lakukan Secara Tertulis

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved