Virus Zombie
Puluhan Virus Kuno Berusia 48 Ribu Tahun Ditemukan di Siberia Rusia, Disebut Virus Zombie
Penemuan mengejutkan terjadi di Siberia Rusia, ilmuan temukan virus kuno yang disebut Virus Zombie, berusia 48.500 tahun
Berbagai macam virus purba
Tak hanya itu, para ilmuwan juga mengatakan mengenai daya hidup virus saat terpapar udara luar. Menurut mereka, "virus-virus zombie" yang ditemukan ini tetap dapat menular.
“Berapa lama virus ini dapat tetap menular setelah terpapar kondisi luar ruangan, dan seberapa besar kemungkinan mereka akan bertemu dan menginfeksi inang yang sesuai dalam interval tersebut, masih belum dapat diperkirakan,” bunyi penjelasan tersebut.
Meski begitu, para ilmuwan juga memperingatkan bahwa kemungkinan risikonya akan meningkat dalam konteks pemanasan global.
Artinya, ketika tindakan pencairan permafrost akan terus meningkat, maka akan lebih banyak orang yang akan menghuni Kutub Utara.
Dilansir dari First Post, virus tertua dari daftar virus ini telah diidentifikasi sebagai Pandoravirus yedoma, yaitu virus beku yang diidentifikasi mampu kembali ke keadaan menginfeksi organisme lain.
Sedangkan virus bernama Cedratviruses diekstraksi dari Sungai Lena Rusia, semenanjung Kamchatka, dan dari lumpur yang mengalir ke Sungai Kolyma.
Selain itu, ada pula satu sampel Pithovirus yang dikumpulkan dari sejumlah besar wol mammoth.
Varian lain dari Pacmanvirus, yang dikaitkan dengan beberapa kasus demam babi di Afrika, dilaporkan ada di sisa-sisa usus beku serigala Siberia yang berusia 27.000 tahun.
Baca juga: Siap-siap Pendaftaran CPNS 2023 Akan Dibuka, Ini Kata Kementerian PAN-RB
Baca juga: Ini Dia Tim yang Lolos ke -16 Besar Piala Dunia 2022, Jepang & Maroko Bersinar, Jerman Angkat Koper
Dalam studi yang ada, peneliti menyebutkan bahwa setiap kenaikan suhu satu derajat Celsius, terdapat sekitar 1,5 juta mil persegi permafrost yang bisa mencair dan melepaskan gas berbahaya, seperti karbon dioksida dan metana ke udara, dari tumbuhan dan hewan yang sudah membeku dan terperangkap ribuan tahun di bekuan es.
Sumber: Kompas.com
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post