Terimbas Harga BBM, Pupuk Pun Ikut Terkerek, Dilema Petani di Kalsel

Tak hanya bahan pangan yang naik, imbas naiknya BBM beberapa waktu lalu, pupuk nonsubsidi pun ikut naik harga.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Pupuk dan obat pertanian masih tersedia di kios resmi di Pasar Marabahan, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala,Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (23/1/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak hanya bahan pangan yang naik, imbas naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

Pupuk nonsubsidi pun ikut naik harga.

Hal tersebut disampaikan Yudi, pemilik Toko Ifan Flower Jalan A Yani Km 7, Kecamatan Kertakhanyar, Kabupaten Banjar.

Ada tiga jenis pupuk dijualnya yakni pupuk kandang, pupuk organik dan pupuk kimia.

Pupuk nonsubsidi yang tersedia seperti NPK, Phonska, Interflor Pupuk NPK, Pupuk Yaramilla dan NPK Mutiara.

Adapun harganya, Rp 15 ribu-Rp 35 ribu per bungkus.

Untuk pupuk kandang tidak ada mengalami kenaikan harga.

Baca juga: Pupuk Mahal, Petani di Kabupaten Barito Kuala Ini Pilih Beralih dari Padi ke Berkebun Jeruk

Tetap Rp 15 ribu per bungkus.

“Untuk penjualan pupuk walau ada kenaikan harga, masih tetap stabil. Alhamdulillah setiap hari ada saja pelanggan yang mencari,” ujarnya.

Tak jauh dari Toko Ifan Flower, Misna, pemilik Toko Ziki, mengatakan pupuk NPK dan Urea mengalami kenaikan harga.

NPK dari Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu.

Sementara Urea dari kisaran Rp 15 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu.

“Naik sejak harga BBM naik,” ujarnya.

Ada pun Siti, pemilik kios pertanian di Pasar Marabahan, Jalan AIS Nasution, Kelurahan Marabahan, Kabupaten Baritokuala, mengatakan harga pupuk nonsubsidi di tempatnya juga mengalami kenaikan.

Kini sekitar Rp 11 ribu per kilogram.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved