Semesta Mencegah Stunting
Kepala BKKBN Kalsel dan PP BPost Sematkan Jaket ke Kakak Asuh Program Semesta Mencegah Stunting
Jaket Kakak Asuh diberi ke Kasdim 1007/Bjm Mayor Inf Kurmanto serta Mustachim dari Rocket Chicken Banjarbaru saat Kick Off Semesta Mencegah Stunting.
Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, H Ir Ramlan, dan Pemimpin Perusahaan (PP) Banjarmasin Post (BPost), A Wahyu Indrianta, sematkan Jaket Kakak Asuh.
Jaket Kakak Asuh diberikan kepada Kasdim 1007/Bjm Mayor Inf Kurmanto serta Mustachim, perwakilan dari Rocket Chicken Banjarbaru, saat Kick Off Semesta Mencegah Stunting, bersamaan dengan talkshow di Studio BPost, Selasa (21/3/2023).
Kemudian, dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan dan Banjarmasin Post.
Penyematan jaket untuk kakak asuh anak stunting ini serentak dipimpin BKKBN Pusat bersama Tribun Network di Studio 1 Gedung Kompas dan diikuti para pejabat dari instansi terkait di 33 provinsi Indonesia.
Baca juga: BKKBN - Talk Show Semesta Mencegah Stunting, Bahas Kampanye Cukup Dua Telur
Baca juga: BKKBN dan Tribun Network Kampanye Percepatan Penurunan Stunting, Tidak Boleh Lebih 20 Persen
Para Kakak Asuh ini ada di berbagai daerah di Indonesia, bisa menyumbangkan sebagian dananya untuk pembelian telur sebagai pemenuhan keperluan nutrisi anak-anak selama enam bulan.
Kakak Asuh nantinya bisa menyumbangkan dana senilai Rp 120 ribu tiap bulan atau kurang lebih Rp 1 juta untuk enam bulan yang akan dikonversi menjadi telur.
Sebelumnya, BKKBN bersama Tribun Network juga menggelar talkshow tentang stunting, diisi Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Jenderal TNI AD Dudung Abdurachman sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting.
Kemudian, Krisdayanti sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang menangani masalah stunting, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi.
Baca juga: Kick Off BKKBN Semesta Mencegah Stunting Diikuti 34 Jaringan Tribun di Indonesia
Selanjutnya, Rotary International District 3410 Rionardi Wong dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Martinus Johnie Sugiarto, Ketua Harian II PSMTI Pusat.
Serta, Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra.
Dalam diskusi yang dimoderatori Glory Oyong ini, Kepala BKKBN RI menjelaskan pengertian stunting dan kondisi anak stunting di Indonesia.
"Stunting di Indonesia saat ini mencapai angka 21,6 persen. Kendati demikian, angka ini turun dari turun 2021 silam yang ada di angka 24 persen. Dengan waktu yang singkat ini. kita semua berharap bisa menurunkannya lagi ke angka yang ditargetkan Presiden RI, yakni 14 persen di 2024," katanya.
Baca juga: Semesta Mencegah Stunting, BKKBN-Tribun Network Kampanye Cukupduatelur Wujudkan SDM Berkualitas
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya stunting pada anak mulai dari faktor lingkungan, sanitasi, jamban, rumah kumuh dan lainnya.
Selain itu, perbaikan gizi harus disiapkan dari segi nutrisi dan gizi sang ibu ketika mengandung bayi.
"Bahkan seharusnya persiapan kehamilan itu jauh dipersiapkan sejak masih jadi calon pengantin," terangnya kemudian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Jaket-Kakak-Asuh-ke-Kasdim-1007Bjm-Mayor-Inf-Kurmanto-dan-dari-Rocket-Chicken-Banjarbaru.jpg)