Kekelawar Purba
Begini Penampakan Kelelawar Purba, Ditemukan Berupa Fosil dan Berusia 52 Juta Tahun
Berikut penampakan spesis Kelelawar tertua di dunia atau purba. Penemuan ini terlihat pada fosil kelelawar purba yang ditemukan peneliti
BANJARMASINPOST.CO.ID -Inilah penampakan Kelelawar purba yang hidup sekitar 52 juta tahun lalu. Bentukhewam mamalia ini terlihat pada sebuah fosil yang ditemukan dasar danau kuno di Wyomin.
Para peneliti pun telah melakukan penelitian dan disebutkan ini adalah spesies kelelawar tertua di dunia .
Bahkan penelitian ini telah diterbitkan dalam sebnuah jurnal ilmiah.
Belum lama ini, Tim Rietbergen, seorang ahli biologi evolusi di Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis di Leiden, Belanda berhasil mengidentifikasi kerangka spesies kelelawar purba yang sebelumnya tidak dikenal.
Temuan kerangka kelelawar purba ini pun membantu para ahli untuk mengungkap evolusi kelelawar, karena kerangka atau fosil tersebut ditemukan berusia 52 juta tahun.
Baca juga: Tak Ada Nyamuk di Negara Ini, Ternyata 3 Hal Ini Penyebab
Baca juga: Info Cuaca 33 Kota Besar Minggu 16 April 2023, Banjarmasin Hujan, Medan dan Semarang Cerah Berawan
Tak hanya itu saja, kerangka yang ditemukan di dasar danau kuno di Wyoming ini sekaligus menjadi fosil kelelawar tertua yang pernah ditemukan di dunia.
"Penelitian baru ini merupakan langkah maju dalam memahami apa yang terjadi dalam kaitannya dengan evolusi dan keragaman di masa awal kelelawar," kata Rietbergen, seperti dikutip dari CNN, Jumat (14/4/2023).
Kelelawar tertua di dunia
Rietbergen berhasil mengidentifikasi spesies kelelawar tertua di dunia itu, saat ia mengumpulkan pengukuran dan data dari spesimen museum.
Menurutnya, ini merupakan penemuan yang beruntung karena fosil kelelawar purba tersebut masih terawetkan dengan sangat baik dan memperlihatkan bentuk hewan yang lengkap, termasuk gigi.
Spesies baru kelelawar bernama Icaronycteris gunnelli yang baru ditemukan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kelelawar yang terbang hari ini.
Gigi kelelawar purba tersebut menunjukkan bahwa semasa hidupnya Icaronycteris gunnelli memakan serangga. Ukurannya pun juga kecil dengan berat yang diperkirakan hanya 25 gram.
"Jika kelelawar melipat sayapnya di samping tubuhnya, itu akan dengan mudah masuk ke dalam tanganmu. Sayapnya relatif pendek dan lebar, mencerminkan gaya terbang yang lebih mengepak," terang Rietbergen.
Icaronycteris gunnelli hidup ketika iklim Bumi hangat dan lembab.
Kerangkanya mampu bertahan selama ribuan tahun, kemungkinan besar karena makhluk itu jatuh ke danau, membuat mereka jauh dari jangkauan pemangsa namun berada di lingkungan yang kondusif untuk fosilisasi.
Baca juga: Penampakan Mumi Berlapis Emas Berusia 4.300 Tahun Ditemukan di Saqqara Mesir, Bernama Hekashepes
Baca juga: BCA Buka Lowongan Kerja, Berikut Posisi Dicari, Kualifikasinya dan Cara Daftarnya
Dasar danau purba tempat fosil kelelawar ditemukan adalah bagian dari Formasi Sungai Hijau Wyoming dan telah menghasilkan sejumlah fosil kelelawar.
Temuan fosil kelelawar purba yang merupakan kerangka kelelawar tertua di dunia ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS One.
Sumber : Kompas.com
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
Arsenal dan Chelsea Bertanya Tentang Bek Kuat Juventus, Ini Respon Igor Tudor dan Damien Comolli |
![]() |
---|
Kesepakatan Lebih Baik dari Alexander Isak, Liverpool Berencana Mengajukan Tawaran Superstar Rp1,6 T |
![]() |
---|
Sempat Disangka Anggota Gangster, Remaja di Mantuil Banjarmasin Ini Ternyata Korban Penyerangan |
![]() |
---|
AC Milan dan Max Allegri Diacuhkan, Dusan Vlahovic '99 Persen' Yakin Bertahan di Juventus Musim Ini |
![]() |
---|
Manchester City Kini Dalam Negosiasi Membajak Target Chelsea Untuk Bintang Spektakuler Senilai Rp1 T |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.