Tajuk

Tahanan Kabur di Momen Lebaran

Kaburnya ke enam tahunan, bisa jadi tak lepas dari suasana lebaran. Mungkin saja, para tahanan itu nekat kabur karena tak ingin melewatkan lebaran

Tayang:
Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Tahanan Kabur di Momen Lebaran 

BANJARMASINPOST.CO.ID - MASIH suasana lebaran Idulfitri 1444 H, masyarakat disibukan dengan kegiatan halal bi halal dengan keluarga, kumpul-kumpul di tempat orangtua dan banyak lagi kegiatan yang menyita waktu. Apalagi, libur lebaran dan cuti bersama terbilang panjang.

Kegiatan silaturahmi di saat lebaran memang sudah menjadi tradisi yang begitu kental di masyarakat Indonesia, termasuk Kalsel. Karena itu, meskipun mudik ke kampung halaman cukup melelahkan dan menyedot biaya tak sedikit namun mudik tetap dilakukan sebagian besar masyarakat.

Seorang teman, bahkan merelakan menjual mobil kesayangannya demi bisa berlebaran bersama keluarga besarnya di Yogyakarta. Biaya dan lelahnya menempuh perjalanan, semua itu memang tak ada artinya dibanding dengan suasana kebahagiaan yang didapat saat bisa ber-halal bi halal bersama keluarga.

Suasana ini yang tak bisa dirasakan oleh orang-orang di dalam penjara. Mereka harus menikmati suasana lebaran dari balik jeruji, terpisah dari istri, anak-anak dan keluarga besar mereka.

Minggu (23/4/2023) dini hari, di tengah suasana lebaran hari ke-2, publik di Kalsel dikejutkan dengan kaburnya enam tahanan narkoba dari rumah tahanan (rutan) Polres Tapin. Keenam tahanan melarikan diri diperkirakan antara pukul 02.00 hingga 04.00 Wita. Ke enam orang tahanan yang kabur yakni Muhammad Riduan (39), Irfendi (34), Suriansyah (37), Muhyar (36), Taufik, (51), dan Syarifudin (45).

Berdasarkan penjelasan Kapolres Tapin, AKBP Sugeng Priyanto, enam tahanan itu kabur melalui plafon yang tidak berlapis besi pengaman kemudian melewati ruangan logistik. Para tahanan kabur itu, melakukan aksinya saat momen lebaran yang mana penjagaan terbilang minim. Malam itu hanya ada dua petugas yang piket, sedangkan kaburnya keenam tahanan baru diketahui sekitar pukul 05.00 wita saat penjaga melakukan pengecekan jelang salat subuh.

Kaburnya ke enam tahunan kabur ini, bisa jadi tak lepas dari suasana lebaran. Mungkin saja, para tahanan itu nekat kabur karena tak ingin melewatkan lebaran bersama istri dan anak-anak serta keluarga besarnya.

Kenekatan para tahanan itu, didukung pula dengan kesempatan. Dimana saat lebaran penjagaan aparat kepolisian menjadi longgar. Ditambah lagi, kondisi rutan yang memungkinkan mereka untuk bisa kabur dari kerangkeng.

Kaburnya enam tahanan ini, selanjutnya bisa menjadi evaluasi bagi aparat kepolisian dan juga lembaga pemasyarakatan untuk bisa lebih memberikan kelonggaran para keluarga untuk bisa bersilaturahmi dengan para tahanan saat lebaran Idulfitri. Kemudian, kondisi rutan dari sisi keamanan dan kenyamanan mereka juga lebih menjadi perhatian. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved