BTALK
BTALK : Mengangkat Sejarah Langgar Al Hinduan Banjarmasin
Benda kuno ditemukan saat Langgar Al Hinduan di Jalan Pierre Tendean Banjarmasin dipugar total
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
Masyarakat juga ingin tahu itu benda apa. Dan sekarang sudah ada titik terang dari Tim Cagar Budaya Kota Banjarmasin. Mereka sudah mendapatkan gambar. Sementara sudah bisa diasumsikan apa.
Alasan langgar Al Hinduan dibongkar karena ini merupakan bangunan lama pada tahun 1815. Dahulu namanya langgar batu. Bangunan tersebut merupakan hibah bangunan milik Syarifah Salmah Al Hinduan.
Bangunan yang sudah lebih 100 tahun tersebut serta beberapa kali dilakukan renovasi bangunan tersebut sudah rapuh. Bahkan, lantainya sudah tehantak (turun,red). Dan Mansyur dan teman-teman juga sudah melakukan kajian apakah ini layak disebut cagar budaya. Dan memang berdasarkan keputusan Walikota Banjarmasin tahun 2022 itu cagar budaya.
Memang ada yang menyebutkan cagar budaya pantang untuk dibongkar. Tapi ada Peraturan Pemerintah dengan alasan penyelamatan boleh dilakukan rehabilitasi total. Karena jika tidak dilakukan rehabilitasi maka bangunan tersebut terancam hancur.
Makanya kami memutuskan untuk melakukan rehabilitasi langgar tersebut. Kami juga akan membangun semirip mungkin dengan ukuran yang sama dan bentuk yang sama. Memang dari awal bangunan langgar tersebut tidak ada Menara. Entah tahun berapa adanya menara tersebut.
Menara juga akan kami hancurkan karena menara ini tidak menancap ke bumi. Ini berbahaya sekali. Itu alasannya mengapa Langgar Al Hinduan kami rehab kembali. Kami anggarkan Rp 1,4 miliar. Cagar budaya itu juga terkait sejarah bendanya.
Kalau direnovasi apakah ada yang bisa membuat kita terkenang ini benda lama?
Memang ada keramik yang diselamatkan yang masih asli. Tulisan yang masih asli juga masih disimpan dan diselamatkan. Karena orang-orang dahulu membuat kaligrafi dari pahatan-pahatan.
Memang dari arahan pimpinan di satu sudut ditempelkan. Nanti juga ada ruang tambahan di samping langgar untuk tempat wudhu, kamar mandi, dan tempat istirahat.
Rencananya juga akan ada perpustakaan kecil. Karena disebelah langgar tersebut pada tahun 1931 itu kamar Nahdlatul Ulama. Ternyata sebelum merdeka, khususnya Sungai Mesa menjadi tempat pertama di luar Pulau Jawa pelaksanaan Muktamar NU.
Di samping langgar tersebut ada kamar kecil yang digunakan sebagai kamar dan markas bagi NU. Makanya terjadi pada 1936 dimulai dari 1931.
Kami juga sudah membuat kajian dengan mendatangi markas NU di Jakarta tapi memang tidak ada foto. Tapi ada dokumentasi berupa catatan adanya muktamar di sana. Bahkan ada sayembara dari Walikota Banjarmasin bagi yang memiliki foto pada saat pelaksanaan muktamar saat itu. Atau minimal foto langgar dengan bangunan di sebelahnya silahkan lapor kepada kami. Walikota menunggu foto tersebut.
Pembangunan saat ini apakah bangunan yang sekarang atau yang dulu?
Langgar itu ada perubahan. Lantai dua juga sudah tidak dipakai. Tangganya juga sudah ditutup. Dindingnya juga sudah dipasang triplek dengan alasan lain sebagainya.
Kemudian, keramiknya juga turun. Makanya kami ingin mengembalikan fungsi langgar tersebut dan bangunannya. Apakah sama persis. Saya belum mengetahui persisnya. Apakah Tim Cagar Budaya juga memilikinya atau tidak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Btalk-Mengangkat-sejarah-Langgar-Al-Hinduan-Banjarmasin1.jpg)