BTALK
BTALK : Mengangkat Sejarah Langgar Al Hinduan Banjarmasin
Benda kuno ditemukan saat Langgar Al Hinduan di Jalan Pierre Tendean Banjarmasin dipugar total
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Langgar Al Hinduan, musala bersejarah di kawasan wisata Siring Sungai Martapura, Banjarmasin, tengah direnovasi pemerintah kota. Dalam prosesnya ditemukan sejumlah benda kuno. Benda apakah itu?
Apa hubungannya dengan sejarah Banjarmasin? Apakah renovasi tidak merusak sejarah? Dalam Program B-Talk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin Zulfaisal Putera akan menjelaskan tentang renovasi.
Hadir pula Dosen Sejarah FKIP ULM Mansyur untuk memaparkan mengenai sejarahnya. Perbincangan berbagi pengetahuan ini ditayangkan langsung di akun Instagram Banjarmasin Post, Facebook BPost Online dan Youtube Banjarmasin News Video, Senin 21 Agustus 2023 pukul 16.00 Wita.
Wawancara yang dilakukan Jurnalis BPost Agus Rumpoko ini juga akan ditampilkan di Koran Bpost dan Banjarmasinpost.co.id.
Berikut petikan wawancara bersama Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin Zulfaisal Putera
Langgar Al Hinduan termasuk bangunan bersejarah. Mengapa jadi dibongkar? , Apa alasannya?
Ada dua pekerjaan dalam proyek tersebut. Yakni pekerjaan utama rehabilitasi bangunan dan pekerjaan tambahan mencari benda kuno yang ada di sana. Jadi konon menurut masyarakat sekitar saat renovasi teras pada tahun 70-an ditemukan moncong. Karena pada saat itu terbatas alat sehingga dibiarkan tertimbun.
Bahkan isu moncong meriam ini juga sempat di publish di media Banjarmasin Post saat itu.
Ketika ada pengerjaan pembongkaran rehabilitasi Langgar Al Hinduan tersebut, Walikota Banjarmasin memberikan arahan untuk mencari benda yang patut diduga meriam. Digali dengan hati-hati. Itu merupakan tugas tambahan bagi kami.
Beruntung kontraktor bersedia untuk membongkar secara hati-hati, menambah hari, serta meminjamkan eksavator.
Kami melakukan penggalian pada Jumat (18/8) lalu. Sebelumnya juga kami lakukan penggalian.
Memang saat kami melakukan penggalian sebelumnya terlihat dugaan adanya moncong meriam. Foto-foto juga sudah tersebar. Karena memang mirip sekali dengan mulut meriam.
Habis Jumatan kami melakukan pembongkaran. Kami juga meminta petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan. Makanya saat itu kami lakukan pembongkaran seutuhnya.
Ternyata yang diduga meriam tersebut sebuah benda yang saya sendiri belum pernah melihat. Benda tersebut dibawa ke atas kemudian dibersihkan. Setelah itu Tim Ahli Cagar Budaya yang juga Mansyur dan Mursalin meneliti benda tersebut. Memang ada beberapa dugaan-dugaan.
Pertama yakni keni penyambung pipa. Tapi ada sedikit bantahan. Yakni bagian belakang justru tertutup. Kemudian dugaan kedua jangan-jangan ini ada hubungan dengan meriam. Misalnya tumpuan atau pijakan meriam. Dugaan ketiga ada hubungan dengan kapal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Btalk-Mengangkat-sejarah-Langgar-Al-Hinduan-Banjarmasin1.jpg)