BTALK

BTALK : Mengangkat Sejarah Langgar Al Hinduan Banjarmasin

Benda kuno ditemukan saat Langgar Al Hinduan di Jalan Pierre Tendean Banjarmasin dipugar total

Tayang:
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
capture Youtube BPost
Btalk : Mengangkat sejarah Langgar Al Hinduan, Banjarmasin 

Tapi memang sudah ada gambaran terkait hal itu untuk bagian luar. Karena beberapa masukan juga dari tokoh masyarakat sekitar. Yang jelas posisinya akan jauh lebih tinggi dari jalan. Akan lebih bagus lagi nantinya jika ada bangunan replika bangunan muktamar NU di sebelahnya. Kami akan bangun kembali sesuai bangunan asli dan tambahan.

Apakah yakin ada dokumentasi zaman dahulu?

Saya yakin ada karena kakek saya pada zaman dahulu. Di seberang Al Hinduan ada saat pulang berhaji. Makanya kami masih menanti foto terkait hal tersebut.

Apakah bisa dibuat replika?

Masih kajian. Banjarmasin memiliki museum. Disana sudah ada meriam. Ketel uap juga bisa diletakan di sana. Tentu bisa dibuat replika seperti apa.

Apakah bisa menjadi benda cagar budaya. Terkait canggihnya peradaban Kota Banjarmasin. Itu akan masih kami kaji. Tentu ini masih akan dikaji bagaimana bentuknya. Sehingga imajinasi masyarakat bisa hidup

Berikut petikan wawancara dengan Dosen Sejarah FKIP ULM Mansyur yang juga Tim Ahli Cagar Budaya Kota Banjarmasin :

Bisa jelaskan bagaimana sih sejarah Langgar Al Hinduan?

Langgar Al Hinduan ditelusuri lagi, itu mulai dibangun pada tahun 1915 usianya 107 tahun. Awalnya bangunan tersebut disebut Langgar Batu. Dimana pada saat itu, langgar tersebut sudah menggunakan teknologi bangunan beton.

Langgar Al Hinduan banyak bertanya-tanya mengapanya Hindu. Al Hinduan merupakan nama marga, bukan nama agama yang dikenal di Indonesia. Al Hinduan merupakan tokoh di jazirah Arab. Dari Waliyullah Ummar bin Ahmad bin Hasan bin Ali bin Muhammad Mauladdawilah.

Umar ini mendapatkan gelar marga Al Hinduan karena gambarannya yang kuat seperti pedang dari Hinduan. Pedang yang tajam dan kuat sehingga dalam Bahasa Arab dikenal dengan Hinduan.

Dari sana nasabnya kemudian menyebar ke Indonesia. Sehingga itu menyebarnya marga Al Hinduan di Indonesia. Di Banjarmasin marga Al Hinduan ini memang sangat sedikit sekali keturunannya.

Jadi awalnya, tanah tersebut merupakan milik Syarifah Salmah Al Hinduan. Kemudian sang suami yang merupakan Habib Salim mulai membangun langgar tahun 1915. Setelah membangun mereka pindah ke Mekah.

Memang ada beberapa marga Al Hinduan di Banjarmasin. Namun, tidak terkait langsung dengan Syarifah Salmah Al Hinduan. Sehingga sekarang dikenal Langgar Al Hinduan.

Dengan usia 107, memang bangunan tersebut memiliki banyak nilai sejarah. Di samping mewakili gaya bangunan saat itu. Itu makanya bangunan tersebut awal abad 20. Memang ada perubahan-perubahan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved