Kabar Kaltim

Pom Mini di Sungai Sapih Samarinda Kaltim Hangus Terbakar, Diduga Dipicu Arus Pendek Listrik

Sebuah Pom mini mendadak terbakar di Jalan Sejati RT 21, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan hingga menghanguskan 6 kios dan satu pom mini.

Tayang:
Editor: Edi Nugroho
HO
Kebakaran yang menghanguskan 6 kios dan satu pom mini di Jalan Sejati, RT 21, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Rabu (27/12) dini hari. Kebakaran terjadi diduga akibat arus pendek listrik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Sebuah Pom mini mendadak terbakar di Jalan Sejati RT 21, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan hingga menghanguskan 6 kios dan satu pom mini.

Kebakaran kembali melanda Kota Samarinda pada Rabu (27/12/2023) dini hari.

Kebakaran yang terjadi di Jalan Sejati RT 21, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, itu menghanguskan 6 kios dan satu pom mini.

Api yang melalap tempat usaha itu diduga muncul akibat arus pendek listrik.

Baca juga: Lonjakan Penumpang Pelabuhan Ferry Batulicin-Kotabaru, Mulai 29 Desember 2023 Sampai 1 Januari 2024

Baca juga: Modus Pelaku Bawa 5 Kg Sabu ke Tarakan Kaltim, Merapat ke Pelabuhan TPI

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan, kebakaran itu diduga bermula dari percikan arus pendek listrik yang menyambar pom mini.

"Kami (juga) masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Namun, dari keterangan saksi-saksi, api berasal dari arus pendek listrik bengkel yang ada di lokasi mengenai pom mini toko sembako," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Hendra, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 00.05 Wita dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.05 Wita.

"Sekitar satu jam (memadamkan api). Kami mengerahkan 10 unit mobil pemadam dan 40 personel damkar untuk menangani kebakaran tersebut," sambungnya.

Baca juga: Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi di BNN Banjarbaru Didominasi Pelajar, Kadisdik Buka Suara

Disdamkartan mengalami kesulitan dalam memadamkan api karena sumber air yang minim di lokasi kebakaran.

Selain itu, banyaknya warga yang menonton kebakaran juga mengganggu jalannya pemadaman.

Untuk itu, ia mengimbau agar warga menjauh dari lokasi kebakaran dan tidak menghalangi jalan bagi mobil pemadam.

"Kami mohon kerja sama dari warga agar tidak berkerumun di lokasi kebakaran. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan mereka dan menghambat kami dalam melakukan pemadaman," imbaunya.

Hendra menambahkan, pihaknya mengerahkan sebanyak 10 unit truk pemadam dari Damkar dan PMK swasta serta 20 mesin portable dari relawan.

Ia pun mengapresiasi bantuan dari berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, seperti relawan, tim medis EMT-ITS, comment centre 112, PMI, Satlantas Polresta, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsekta, Patroli Beat 110, PLN, dan Dishub.

"Kami berterima kasih atas bantuan dari semua pihak yang telah membantu kami dalam menangani kebakaran ini," ucapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved