Tajuk
Perlu Disalurkan
Keberadaan aksi balap liar sekarang ini cukup meresahkan terutama saat Bulan Ramadan, perlu solusi akan balap liar ini tak membuat resah masyarakat
BANJARMASINPOST.CO.ID -AKSI balap liar belakangan makin marak terjadi. Pelakunya sudah ditertibkan dan diberi nasehat, namun tetap mengulangi perbuatannya. Padahal petugas kepolisian sudah cukup tegas. Malah puluhan unit kendaraan milik para pelaku dirazia.
Seperti belum lama ini terjadi, puluhan unit kendaraan yang dipakai untuk aksi balapan diamankan ke Mapolres Tanahlaut. Selasa (26/3) dinihari. Para pelaku yang sebagian besar remaja diminta untuk tidak mengulangi aksi kebut-kebutan di jalan umum karena membahayakan pengendara lain.
Keberadaan balap liar sangat mengganggu warga sekitar karena suara bising yang ditimbulkan. Apalagi aksi balap liar tersebut dilakukan tengah malam ketika warga sedang beristirahat dan khusyuk menjalankan ibadah Ramadan. Aksi kebut-kebutan seperti itu, tak cuma pada Bulan Ramadan.
Di Banjarbaru aksi balap liar tak kalah meresahkan.Bahkan terjadi insiden kecelakaan, dimana pelaku balap liar menabrak besok pembatas jalan di depan Balai Kota Banjarbaru. Aksi balap liar juga dilakukan sejumlah remaja di kawasan Taman Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong.
Balap liar adalah kegiatan beradu cepat kendaraan. Baik sepeda motor maupun mobil yang dilakukan di atas jalanan umum. Artinya, kegiatan ini sama sekali tidak digelar di lintasan balap resmi, melainkan di jalan raya. Kondisi ini tentu meresahkan pengguna jalan atau warga di sekitar lokasi balap liar.
Dari pola para pelaku balap liar, biasanya adu pamer kemampuan mesin sepeda motor itu dilakukan pada tengah malam sampai menjelang pagi hari saat suasana jalan raya sudah mulai lengang. Disebut balap liar karena kegiatan itu dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi untuk menghindari larangan dari aparat kepolisian.
Pemerintah daerah di provinsi perlu memikirkan solusi mendasar dari maraknya aksi balap liar ini. Tak ada salahnya ada sirkuit permanen guna menyalurkan bakat anak muda pecinta balap yang kelak mungkin akan melahirkan pembalap berprestasi.
Sirkuit itu berupa suatu arena yang berada di area tertutup, jauh dari aktifitas publik untuk digunakan tempat latihan balap motor. Sirkuit permanen juga memiliki dampak bagi pendapatan asli daerah (PAD). Kegiatan yang digelar secara resmi menguntungkan dari sisi PAD dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Kalsel bisa mencontoh kota kota besar seperti di Jakarta, kota-kota lainnya di Indonesia juga sudah menyediakan sirkuit. Seperti sirkuit di area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya, Jawa Timur. Tujuan dibangunnya sirkuit itu untuk mewadahi anak-anak yang suka balap liar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Polisi-amankan-sejumlah-motor-dan-pengendaranya.jpg)