Wawancara Eksklusif
Ali Mochtar Ngabalin : Tak Mustahil Jokowi Ketuai Parpol
Ali Mochtar Ngabalin mengaku memiliki kedekatan emosional yang cukup kuat dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto
BANJARMASINPOST.CO.ID - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengaku memiliki kedekatan emosional yang cukup kuat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto.
Bahkan Presiden Jokowi, punya panggilan khusus kepada Ngabalin setelah enam tahun lebih bertugas di KSP.
“Beliau sudah panggil saya sekarang Ustadz, masya Allah ini sudah luar biasa, bangga juga saya,” kata Ngabalin saat sesi wawancara khusus di Studio Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Rabu (19/6).
Ngabalin juga memiliki panggilan khusus dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Sebanyak dua kali, dia bertemu Prabowo di istana dan selalu menyapa dengan panggilan syekh
“Pak Prabowo panggil saya syekh. Bagaimana syekh? Siap presiden saya bilang,” ujarnya.
Prabowo beberapa kali maju menjadi peserta pemilihan presiden. Prabowo pernah berpasangan dengan Hatta Rajasa melawan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Ketika itu Ngabalin menjadi juru bicara pasangan Prabowo-Hatta.
Tak jera kalah, Prabowo bersama Sandiaga Uno kembali melawan Jokowi, yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin. “Allah SWT menakdirkan beliau (Prabowo) menjadi presiden ke-8,” ujar mantan Anggota DPR RI ini
Berikut petikan wawancara News Manager Tribun Network Rachmad Hidayat dan News Ancor Tribun Apfia Tioconny Billy Ngabalin:
Saat ini kan memasuki masa transisi. Kita menuju Oktober. Seperti apa perbincangan Jokowi dengan Prabowo?
Sekarang adalah proses sinkronisasi, peralihan kekuasaan nasional, karena Bapak Prabowo sehari-hari melihat cara memimpin Presiden Jokowi.
Biasanya Presiden Jokowi memanggil Pak Prabowo dengan sebutan Pak Menhan, Pak Prabowo. Sekarang Presiden menggunakan Mas Bowo.
Kapan itu peralihannya Bang?
Kemarin, sekitar sebulan lalu. Presiden sudah menyapa Pak Prabowo dengan Mas Bowo. Ini gaya orang Jawa. Bukan gaya kita orang Timur ini. Jokowi mengerti cara memosisikan Pak Prabowo.
Presiden mengutus Pak Prabowo bicara di forum-forum internasional. Jadi, dari dulu dalam teori manajemen itu kan, pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang bisa menyiapkan pengganti yang lebih hebat.
Ada tidak ganguan? Atau jangan-jangan Pak Jokowi jelang pergantian ada rencana me-reshufle kabinet?
| Dirut Bakti Kominfo Fadhilah Mathar : Komitmen Majukan Internet |
|
|---|
| Dirut Bakti Kemenkominfo : Perintah Presiden Lanjutkan Tol Langit |
|
|---|
| Pangkostrad Letjen Muhammad Saleh Mustafa : Bangun Ikatan Batin dengan Prajurit |
|
|---|
| Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana : Rekening Istri Koruptor Diblokir |
|
|---|
| Ketut Sumedana Kapuspenkum Kejagung : Kerusakan Lingkungan 2 Kali Luas Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tenaga-Ahli-Utama-Kantor-Staf-Presiden-KSP-Ali-Mochtar-Ngabalin.jpg)