Berita Tabalong
Aktif Tanam Bibit, Warga Mangkupum Tabalong Ini Bertahun-tahun Terus Berjuang Lestarikan Alam
Kiprah Isyayar Apata Sumba atau yang biasa disapa Isyayar, dalam menjaga kelestarian lingkungan tidak diragukan lagi
Penulis: Dony Usman | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Kiprah Isyayar Apata Sumba atau yang biasa disapa Isyayar, dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam sudah tidak diragukan lagi karena telah dilakukannya sejak lama.
Di usianya yang kini memasuki 67 tahun, pria asal Desa Mangkupum, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), masih konsisten berjuang untuk lingkungan.
Terbaru, dirinya bisa terpilih menjadi satu dari 80 peserta se Indonesia yang ikuti pelatihan Climate Innovation Generation Program (CIGPro) tahun 2024 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
CIGPRo merupakan kumpulan program-program inovatif yang diusulkan berbagai kelompok masyarakat untuk menjadi solusi permasalahan krisis bumi akibat perubahan iklim menuju pencapaian Indonesia Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030.
Baca juga: Muncul di Pondok dan Kebun, Geger Beruang di Desa Jejangkit Barat dan Jejangkit Timur Batola
Baca juga: Sempat Lempari Batu ke Petugas, Warga Mabuk di Tengah Jalan Diamankan Anggota Polsek Sungai Loban
Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Kanaan, Desa Mangkupum ini, bisa terpilih di CIGPRo melalui program inovasi mitigasi perubahan iklim dari sektor kehutanan yang dilakukan dengan menanam 2 ribu pohon karet dan juga 100 pohon durian.
"Penanaman pohon karet dan durian ini dilakukan di lahan ladang berpindah anggota KTH Kanaan, warga Desa Mangkupum dan sekitarnya," ucap Isyayar yang juga pernah jadi nominator penerima Kalapataru tahun 2021, Sabtu (2/11/2024) siang.
Aksi yang dilakukan pria peraih beberapa penghargaan di bidang lingkungan ini ternyata mendapat respon dari berbagai pihak, baik dari kalangan pemerintah maupun perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Tabalong.
Sehingga kemudian berlanjut dengan penanaman 200 bibit buah dari KPH, penanaman 1900 bambu dar DLH dan Adaro Group serta peremajaan karet di lahan 10 Ha dengan jumlah 4200 pohon dari Dinas Perkebunan.
Penanaman pohon ini juga dilaksanakan bersama anggota KTH Kanaan pada areal Hutan Kemasayarakatan di Desa Mangkupum, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.
Diceritakan Isyayar, dirinya sudah mulai aktif lakukan penanaman bibit pohon yang juga bagian dari aksi FOLU sejak sekitar tahun 1998, menggunakan lahan sendiri yang awalnya berisi tanaman karet seluas sekitar 4 Ha.
Maraknya penebangan pohon hingga alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan atau penggunaan lainnya, menjadi pemompa semangatnya untuk bisa berjuang lestarikan alam dengan penanaman bibit pohon.
"Di awal-awal yang ditanam merupakan bibit pohon meranti. Saya menemukan bibitnya di hutan dan dibawa pulang untuk ditanam," katanya.
Kemudian jenis bibit yang ditanam di lahan miliknya terus bertambah. Termasuk di dalamnya terdapat berbagai jenis tanaman langka endemik Kalimantan untuk dilestarikan.
Adapun jenis tanaman yang ada di lahannnya itu, meranti yang ditanam tahun 1998-2003 mencapai 500 pohon, gaharu di tahun 2012 ada 1000 an pohon, ulin di tahun 2012 ada 200 an pohon dan karet tahun 2013- 2018 sejumlah 1200 pohon.
Lahan pelestarian tanaman langka dengan ribuan jenis milik Isyayar yang berada tak jauh di belakang rumahnya ini pun makin dikenal dan bahkan sering mendapatkan kunjungan dari berbagai pihak.
Pengawasan PDPB, Bawaslu Tabalong Temukan 112 Pemilih Meninggal Dunia di Kecamatan Tanta |
![]() |
---|
Dugaan Korupsi Perumda, Mantan Bupati Tabalong Sempat Dibantarkan |
![]() |
---|
Dua Sekawan di Tabalong Disergap Saat Transaksi Sabu, Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan |
![]() |
---|
Dua Pria Warga HSU Ditangkap Polisi Tabalong, Bawa Paketan Sabu 4,5 gram |
![]() |
---|
FASI XIII Tabalong Berakhir Sukses, Habib Taufan Serahkan Hadiah ke Para Juara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.