Hasil Perhitungan Suara Pilkada Kalsel

Pilgub Kalsel 2024, Keunggulan Suara Muhidin-Hasnur Merata, KPU: Tunggu Pengumuman Resmi

KPU Kalsel merespon klaim kemenangan yang dilakukan beberapa paslon, sementaraitu Muhidin-Hasnur menang di beberapa kabupaten

Editor: Irfani Rahman
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)
Muhidin saat menggelar jumpa pers, di kediamannya, Rabu (27/11) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Adanya klaim kemenangan beberapa pasangan calon (Paslon) dalam kontestasi Pilkada Serentak 2024, disikapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Meski hasil didapat dari C-1 saksi paslon atau hitung cepat (quick count) paslon, KPU mengimbau semua pihak untuk bersabar menunggu hasil penghitungan resmi yang akan dilakukan secara berjenjang.

“Memang sah-sah saja untuk mengklaim kemenangan. Tapi hasil resmi baru akan diumumkan setelah penghitungan berjenjang yang dimulai dari TPS, hingga rekapitulasi di tingkat provinsi,” kata Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, Kamis (28/11).

Tahapan penghitungan berjenjang ini, tambahnya, melibatkan KPPS, PPK, dan KPU kabupaten/kota sebelum akhirnya KPU Provinsi melakukan rekapitulasi akhir.

Dan guna memantau hasil sementara, masyarakat dapat mengakses laman resmi KPU di https://pilkada2024.kpu.go.id, yang menampilkan perolehan suara untuk Pilgub, Pilwalkot, dan Pilbup.

Baca juga: Hasil Pilkada Gubernur Kalsel 2024, Kubu Muhidin Klaim Raih 83 Persen Suara, Ungguli Acil Odah

Baca juga: Paman Birin Dipanggil KPK Hari Ini, Kuasa Hukum: Belum Ada Info

Andi Tenri juga mengingatkan agar semua pihak menjaga kondusivitas dan tetap bersabar demi kelancaran proses penghitungan suara yang berjalan dengan damai.

Sebagaimana KPU, pengamat politik MS Shiddiq mengimbau tim Muhidin-Hasnur untuk tetap bersabar menunggu pengumuman resmi dari KPU Kalsel meskipun euforia kemenangan wajar terjadi.

 “Penetapan resmi hasil perhitungan suara oleh KPU dijadwalkan maksimal pada 15 Desember mendatang,” ujar Shiddiq.

Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Kalimantan (JIMKA) ini tetap memprediksi kemenangan untuk Muhidin-Hasnur, meski angkanya diperkirakan tidak sebesar 83 persen.

Shiddiq menilai kekalahan telak Acil Odah-Rozanie dipengaruhi oleh kasus yang sempat menyeret nama Sahbirin Noor, suami Acil Odah, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Meski Sahbirin berhasil lolos dari status tersangka setelah memenangkan sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, kasus ini berdampak signifikan pada elektabilitas. “Dukungan terhadap calon yang diusung Partai Golkar turun drastis, terutama di beberapa kabupaten. Fenomena ‘ekor jas’ ini tidak dapat dihindari,” ujarnya.

Shiddiq juga menyebut absennya Sahbirin mendampingi Acil Odah selama kampanye memperburuk situasi. Hal ini melemahkan kepercayaan publik dan berkontribusi pada turunnya dukungan.

Sementara mengenai hasil pasangan Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman, sesuai quick count tim internal hingga Rabu (27/11) pukul 20.51 Wita, meraih lebih dari 83 persen suara, atau sekitar 1.101.904 suara. Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Raudatul Jannah dan Akhmad Rozanie Himawan Nugraha (Acil Odah-Rozanie), memperoleh 222.089 suara atau 16,77 persen.

Adapun dari pantauan, kemenangan Muhidin-Hasnur bisa disebut merata. Dari Desk Monitoring Pilkada Tala, Muhidin-Hasnur merih 142.653 suara atau 79,30 persen. Sedangkan paslon nomor urut 02 Acil Odah-Rozani meraih 37.227 suara atau 20,70 persen.

Di Banjarbaru, Ketua TPD MH Banjarbaru, Emi Lasari mengungkapkan, hingga Kamis (28/11) dini hari, hasil hitung cepat Muhidin-Hasnur meraih perolehan di 79,1 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved