BFocus Urban Life
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Ikan Naik, Haruan Capai Rp 90 Ribu Per Kilogram
Saat peralihan musim bahkan hingga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga ikan di Banjarmasin mengalami kenaikan.
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Budi Arif Rahman Hakim
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat peralihan musim bahkan hingga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga ikan di Banjarmasin mengalami kenaikan.
Harga ikan yang mengalami kenaikan yakni ikan haruan atau gabus. Dimana kenaikannya cukup signifikan mencapai Rp 90 ribu per kilogram.
Itu lah hasil monitoring harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin di Pasar Kuripan, Selasa (4/12/2024).
Pedagang ikan di Pasar Kuripan, Wina mengatakan, harga ikan gabus memang mengalami kenaikan signifikan Rp 90 ribu per kilogram. Padahal normalnya harganya hanya Rp 60 ribu per kilogram.
Kenaikan harga gabus ini dipicu cuaca yang ekstrem. Selain ikan sungai seperti gabus, ikan laut juga mengalami kenaikan dalam kurun waktu satu bulan.
Semisal ikan tengiri, bulan lalu harganya Rp 65 ribu per kilogram. Namun, saat ini harganya mencapai Rp 70 ribu per kilogram.
Pun dengan ikan bawal laut yang harganya mencapai Rp 120 ribu per kilogram untuk ukuran besar dan Rp 80 per kilogram untuk ukuran sedang. Serta Rp 60 ribu per kilogram untuk ukuran kecil. "Ikan laut juga terpengaruh cuaca makanya ada kenaikan," jelasnya.
Sementara itu, kenaikan harga haruan atau gabus ini juga dirasakan oleh pedagang ketupat di Banjarmasin. Pedagang Ketupat Kandangan memang menggunakan ikan gabus.
Seperti halnya pemilik Warung Ketupat Kaum di Bumi Mas, Farin. Farin menyebutkan, harga haruan memang sedang tinggi-tingginya.
Ia menyebut harganya mencapai Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram untuk ukuran ikan gabus di atas 1 kilogram.
Harga itu pun ia ambil dari langganan. Sebab, jika membeli di pasar harganya akan jauh lebih mahal.
Ia mengatakan, setiap air pasang atau musim banjir, harga haruan melambung tinggi.
"Setahu saya karena susah mencari haruan liar serta pemburu haruan kesulitan mencari saat cuaca seperti itu. Termasuk musim banjir haruan besar jarang menampakkan diri," jelasnya.
Dalam sebulan ia memerlukan hingga 1,5 ton ikan haruan. Musim seperti ini ia menyiasati dengan menaruh ikan di kolam dan keramba miliknya. Tapi ia sadar risiko menaruh di keramba juga besar.
Uniknya, pesanan ketupat justru meningkat saat ikan haruan mahal. "Meski haruan mahal, harga kami tetap yakni Rp 20 ribu per porsi. Meski mahal kami tetap mempertahankan ikan haruan. Kami tidak pernah mengganti dengan ikan lain," pungkasnya.
Hari Natal 2024
Tahun Baru 2025
Nataru 2024
Natal dan Tahun Baru
Tim Pengendali Inflasi Daerah
TPID Banjarmasin
Pemko Banjarmasin
harga sembako di Banjarmasin
harga barang
Program CSR Pertamina Patra Niaga Wujudkan SMPN 11 Banjarbaru Ramah Lingkungan dan Inklusif |
![]() |
---|
Sekolah Rakyat Beri Harapan Keluarga Tidak Mampu di Kalsel, Siswa Dapat Pendidikan Karakter |
![]() |
---|
Dilematis Munculnya AI bagi Dunia Akademik, Mahasiswa Jadi Tak Mampu Menganalisa |
![]() |
---|
Tercatat 90 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Banjarmasin, Kasus Seksual Dominan |
![]() |
---|
Petani Banjar Dapat Dukungan BI Kembangkan Bawang Merah untuk Jaga Stabilitas Harga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.