Komunitas
Laskar Borneo Membentuk Karakter Anak Muda Lebih Positif
Laskar Borneo, demikian nama komunitas yang didirikan pada 2017. Secara nama mungkin ada yang menganggap ini komunitas ala militer, padahal sebaliknya
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Komunitas satu ini memang beda. Anggotanya dididik menjadi insan yang berkemampuan diri secara mandiri dan kreatif.
Laskar Borneo, demikian nama komunitas yang didirikan pada 2017. Secara nama mungkin ada yang menganggap ini komunitas ala militer, padahal sebaliknya.
Kordinator Laskar Borneo, Muhammad Rani, menjelaskan, komunitas ini bertujuan membentuk manusia Indonesia yang aktif, kreatif, mandiri dan berwawasan luas.
"Anggota komunitas kami diberikan pendidikan karakter, public speaking, pengembangan diri dan bergaul di lingkungan yang positif," ujarnya.
Melalui pembentukan di komunitas ini maka secara karakter para anggotanya menjadi orang yang disiplin, berkomitmen tinggi, tulus dan jujur.
Anggota Laskar Borneo terdiri kalangan mahasiswa, pondok pesantren, karyawan, pekerja dan orang yang belum bekerja.
"Program setiap Minggu pertemuan di kafe yang diisi pembelajaran. Kemudian sebulan sekali pembelajaran dan di hotel
Secara materi mendidik anak muda untuk berpikir jangan panjang, dilatih entrepreneur atau menjadi pebisnis.
Secara berkala juga ada studi banding berupa pertemuan pembelajaran seluruh Indonesia, tempatnya di pulau Jawa antara lain Bogor, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, selain itu adapula trip luar negeri.
Cara bergabung di komunitas ini, papar Rani adalah KTP dan rekening. Selanjutnya peserta bisa bergabung di setiap kegiatan yang diadakan, terutama mingguan dan bulanan.
"Setelah bergabung di komunitas ini, insya Allah yang dulunya insecure, malu, tidak percaya diri, akan berubah 180 derajat," tandas Rani.
Salah satu pembentukan karakter dalam komunitas Laskar Borneo adalah kegiatan sosial yaitu berbagi rezeki.
Menurut Kordinator Laskar Borneo, Muhammad Rani, pihaknya secara berkala menggelar aksi sosial tersebut. "Membantu semampunya, berbagi rezeki kepada orang tak mampu, misal yang ada di tepi jalan," katanya.
Kebiasaan berbagi ini akan memupuk rasa empati kepada orang lain. Bahkan dalam agama Islam senang berbagi akan membuka pintu rezeki.
Selain itu jika kita berbuat kebaikan maka kita juga akan mendapat kebaikan dari orang lain, yang kadang tidak disangka-sangka. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Komunitas-Laskar-Borneo.jpg)