Komunitas
Edukasi Cegah Bully di Sekolah
Komunitas bernama Kita Korban Bully ini kembali akan menggelar Roadshow Sosialiasi Gerakan Cegah di sekolah-sekolah yang ada di tiga kota di Kalsel.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Komunitas bernama Kita Korban Bully ini kembali akan menggelar Roadshow Sosialiasi Gerakan Cegah di sekolah-sekolah yang ada di tiga kota di Kalsel.
Tujuan kegiatan ini untuk maintenance ekosistem anti bullying di sekolah, dengan kata lain regenerasi, karena inisiator di SMA yang bergerak tahun lalu sudah pada lulus dan konsentrasi ke bidang lain.
Gerakan kali ini di-lead penuh oleh Osmar Zaidan Al Wafi dan akan melanjutkan bentuk kerja sama dengan Forum Genre Kalimantan Selatan untuk membantu administrasi sosialisasi ke sekolah sekolah.
Dijelaskan Ali, advisor Kita Korban Bully, menjelaskan, strategi ini sebenarnya sudah digunakan tahun lalu tetapi dengan perubahan posisi. "Saya yang sebelumnya sebagai Co Founder sekaligus eksekutor, berpindah posisi menjadi Advisor," terang Ali.
Kita Korban Bullying sudah merencanakan roadshow ke sekolah-sekolah dengan format tim yang baru. "Sosialisasi ini merambah sekolah di Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar," jelasnya.
Sekolah tersebut, di Banjarmasin yaitu MAN 2, MAN 3, Ukhuwah, Al Mazaya. Kemudian Banjarbaru yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 6. Sedangkan Kabupaten Banjar yaitu MAN 4 Banjar, SMA Darul Hijrah Putri.
Dijelaskan Ali, saat ini angka bullying per hari masih tinggi dan kasus bully di sekolah dalam penanganan oleh pihak sekolah sebatas diselesaikan secara kekeluargaan. "Padahal tak hanya itu, karena korban perlu dukungan moril dan sosial," jelas Ali.
Dengan sosialisasi gerakan cegah akan menghidupkan ekosistem dan adanya dukungan sosial yang terjaga. Jika korban ada apa-apa, maka sudah ada yang menjaga.
Selama ini dalam penanganan perundungan ada dua cara pelaporan yaitu laporan daring dan luring. Kalau daring maka diarahkan ke konselor.
Juga ada kerja sama dengan platform online dan lembaga olah rasa dari Kemenpora dan juga lembaga dari Yayasan Hasnur.
"Harapan kami ada regenerasi yang menjaga ekosistem anti bully ini. Sebagai contoh di SMAN7 Banjarmasin sudah ada Satgas anti bullying atau nama lainnya Besti," tandas Ali.
Adapun anggota komunitas ini sebagian besar pelajar dan mahasiswa. Adapula berasal dari organisator, akademisi, politikus, hingga pebisnis.
Program kerja jangka pendek adalah roadshow dan pengembangan inovasi edukasi baik lewat promosi sosial media atau sekolah.
Program kerja jangka panjangnya adalah monitoring dan evaluasi model ekosistem anti bullying di setiap sekolah.
Perundungan atau bullying bukan persoalan sepele, sebab dampaknya buruk bagi korbannya. Dan komunitas ini peduli dengan sesama dan giat mengatasi bullying.
Ali Wafa, Advisor komunitas Kita Korban Bullying, menjelaskan komunitas ini didirikan pada 2021. Strukturnya dinamis, disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan. "Ada tiga bidang utama yang menjadi core, yaitu RnD, Project Officer (field), Media and Creative," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Komunitas-bernama-Kita-Korban-Bully.jpg)