Tribun Smart

Komitmen Jaga Tiga Pilar

Shinta Aulia Putri, warga Murung Pudak, Tabalong, lahir dari pasangan orangtua beda etnis yang memperkaya khazanah berkesenian dalam keluarga.

|
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Shinta Aulia Putri Putri Pariwisata Tabalong 

Lahir dari keluarga penggiat seni, tak heran jika Shinta juga aktif dalam bidang yang sama, terutama tari tradisional. Selain itu aktifitas seni juga membawanya terjun di bidang olahraga dan duta.

Shinta Aulia Putri, warga Murung Pudak, Tabalong, lahir dari pasangan orangtua beda etnis yang memperkaya khazanah berkesenian dalam keluarga.

"Ayah orang Jawa dan ibu orang Dayak. Dalam berkesenian khususnya tari, keluarga kami mempelajari tiga jenis tari, yaitu tari Jawa, Banjar dan Dayak," seloroh Shinta.

Namun alumnus SMAN 1 Tanjung tahun 2022 ini masih mempelajari tari Jawa. Sedangkan tari Banjar belum terlalu dipelajari sebab secara basic atau dasar gerakan jauh berbeda.

"Sementara ini belajar tari Jawa dulu. Kebetulan ayah saya punya sanggar tari Jawa. Jadi itu yang saya pelajari," kata gadis kelahiran Tabalong 6 Januari 2004 ini.

Berbeda dengan kakak lelakinya yang juga penari bahkan sudah dipercaya sang ayah untuk melatih tari di sanggar milik keluarga tersebut, bisa tiga jenis tari daerah.

"Ayah hanya mengawasi saja sekarang, juga mengurus soal kostum. Sedangkan kakak yang sekarang dipercaya melatih, kakak saya bisa tari Jawa, Banjar dan Dayak," kata Shinta.

Sang kakak yang menyandang gelar Putra Tari Indonesia Lingkungan memang menjadi panutan Shinta. Seringkali saat membantu kakanya melatih di sanggar tari, Shinta mendapat arahan dan berbagai pengalaman.

Prestasi menarinya adalah Juara 2 FLS2N Tari Tradisional tingkat SLTP Se-Kabupaten Tabalong dan menjadi Penari Masal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel ke-10.

Berkaca dari sang kakak yang juga aktif di bidang pemilihan duta, Shinta pun turut termotivasi mengikuti jejaknya.

Tahun lalu, Shinta berhasil terpilih sebagai Putri Pariwisata Tabalong. Walau sekarang sudah tak lagi menjabat, namun ia masih suka membuat vlog wisata.

Di kampus, Shinta juga terpilih sebagai Putri Lambung Mangkurat. Tugasnya sebagai mahasiswi yang bisa menjadi teladan memang tidak gampang namun ia senang menjalaninya. "Ada tiga pilar yang saya jaga, yaitu brain, beauty, behavior. Jadi tidak hanya paras wajah, saya harus menampilkan karakter diri yang menginspirasi dan memotivasi," jelasnya.

Tak hanya menjaga tiga pilar tersebut di kampus, Shinta juga menjaganya saat di luar kampus, bagaimana memperlakukan diri sendiri dan memperlakukan orang lain.

Shinta yang aktif di bidang seni, olahraga dan duta, ternyata untuk urusan akademis prestasinya  juga membanggakan. Saat ini ia meraih IPK 3,7.

"Sebelumnya IPK saya 3,8 dan 3,9 tapi karena banyak kegiatan, sekarang turun, meski demikian saya tetap berusaha untuk kembali meraih nilai seperti sebelumnya," kata Shinta.

Jika sedang banyak kegiatan, Shinta berusaha mencari bahan kuliah dari teman, berdiskusi dan membahas apa yang sudah diterima di kelas.(dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved