Berita Tabalong

BPBD Tabalong Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Hujan dan Angin Kencang

Pantauan deteksi dini dari Early Warning System (EWS), saat ini menunjukan ketinggian air Sungai Tabalong alami penurunan dari sebelumnya.

Penulis: Dony Usman | Editor: Edi Nugroho
UPBS Haruai untuk BPost
Ilustrasi: Wilayah Tabalong pernah juga terendam air. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Pantauan deteksi dini dari Early Warning System (EWS), saat ini menunjukan ketinggian air Sungai Tabalong alami penurunan dari sebelumnya.

EWS ini terpasang di aliran Sungai Tabalong Kiwa maupun aliran Sungai Tabalong Kanan, tepatnya di Desa Mahe, Kecamatan Tanjung dan di Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya.
 
Kalak BPBD Kabupaten Tabalong, Haris Fakhrozi, menyampaikan, hingga Rabu (29/1/2025) siang sekitar pukul 12.21 Wita, ketinggian air dari pantauan EWS di Simpung Layung pada level 527.73 cm dan  di Desa Mahe pada level 181.2 cm. 

"Status dinyatakan aman karena ketinggian air Sungai Tabalong mengalami penurunan," katanya.

Baca juga: Program Cetak Lahan Sawah Baru 2025 di Tabalong Ditargetkan 30 Hektare, Ini Lokasinya    

Baca juga: Update Temuan Mayat Perempuan Tanpa Busana di Kebun Sayur Gunungraja, Polisi: Pelakunya Suami Korban

Meski saat ini ketinggian air Sungai Tabalong alami penurunan dan dalam kategori aman, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati.

Ini mengingat dari rilis BMKG disebukan potensi adanya hujan lebat dan angin kencang pada akhir Januari 2025.

Untuk itu, lanjut Haris, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan prakiraan cuasa yang setiap saat disampaikan BMKG maupun BPBD.

Memperhatikan pula  peringatan dini yang disampaikan BMKG maupun BPBD, waspada dengan kesiasiagaan terhadap bahaya banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

"Antisipasi juga perlu dilakukan dengan mengamankan terlebih dahulu surat berharga seperti sertifikat rumah, BPKB, ijazah serta harta benda lainnya seperti mobil, sepeda motor, peralatan elektronik seperti TV, kulkas dan lainnya," ucap Haris.

Selain itu harus memastikan juga bagaimana keamanan dari aliran listrik di rumah dan barang-barang elektronik.

Lalu, apabila menemukan atau mendapati potensi bencana dan tidak mampu menanggulangi secara mandiri, maka segera menghindar dari lokasi agar tidak menimbulkan korban jiawa.

"Dalam keadaan darurat silakan menghubungi emergency call BPBD Kabupaten Tabalong 082210107129," ucapnya.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved