BKKBN Kalsel

BKKBN Gelar Pelayanan KB di 76 Pasar Tradisional di Kalsel

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar pelayanan keluarga berencana (KB)

Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki
PELAYANAN KESEHATAN - BKKBN Kalsel menggelar pelayanan keluarga berencana di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Rabu (26/2/2025). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi secara serentak di pasar tradisional di seluruh Indonesia, pada Rabu (26/2/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BKKBN, Dinas Kesehatan setempat, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Di Kalimantan Selatan, layanan ini tersedia di 76 titik yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Salah satunya di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.

Acara ini dibuka secara virtual oleh Menteri BKKBN dan berlangsung di berbagai pasar di provinsi tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Farah Adibah diwakili Sekretarisnya, dr Lasma Uli Lumbantoruan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan KB dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas sehari-hari.

PERIKSA KESEHATAN - BKKBN Kalsel menggelar pelayanan keluarga berencana di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Rabu (26/2/2025).
PERIKSA KESEHATAN - BKKBN Kalsel menggelar pelayanan keluarga berencana di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Rabu (26/2/2025). (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)

"Pelayanan yang diberikan meliputi pemasangan implan, IUD, serta penyediaan alat kontrasepsi lainnya seperti pil KB, kondom, dan suntik. Dengan adanya layanan ini, masyarakat yang sudah merasa cukup dengan jumlah anaknya dapat mengatur jarak kehamilan dan kelahiran anak, sehingga dapat lebih fokus dalam mendidik serta mengasuh anak dengan baik," ujar Lasma.

Lebih lanjut, ia menekankan program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mencegah stunting pada anak-anak.

"Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia. Dengan perencanaan keluarga yang baik, orang tua dapat lebih siap secara finansial dan psikologis dalam merawat anak, sehingga tumbuh kembang mereka lebih optimal," tambahnya.

Pemilihan pasar tradisional sebagai lokasi pelayanan KB bukan tanpa alasan. Pasar merupakan tempat dengan interaksi sosial yang tinggi dan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

"Dengan adanya layanan ini, masyarakat yang mungkin belum sempat mengakses layanan KB di fasilitas kesehatan bisa langsung memanfaatkannya saat berbelanja di pasar," kata Lasmi.

"Kami ingin memastikan bahwa pelayanan KB mudah dijangkau dan dapat diakses oleh semua kalangan," tambahnya.

BKKBN Kalsel menggelar pelayanan keluarga berencana di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Rabu (26/2/2025).
BKKBN Kalsel menggelar pelayanan keluarga berencana di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Rabu (26/2/2025). (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)

Kegiatan ini juga sebagai bentuk pendekatan aktif pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Selama ini, akses terhadap layanan KB sering kali terhambat oleh kesibukan atau keterbatasan informasi. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak pasangan yang sadar akan pentingnya perencanaan keluarga.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banjarmasin, Helfian Noor, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

Ia menilai, program ini sangat relevan dengan visi dan misi Pemkot Banjarmasin dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved