Berita Viral

Geger Aliran Sesat di Maros, Ubah Rukun Islam Jadi 11, Berhaji Cukup di Gunung Bawakaraeng

Aliran sesat Pangisenganna Tarekat Anak Loloa membelokkan ajaran Islam, dimana rukun Islam diubah jadi 11 dan naik haji tak perlu ke Mekkah

|
Editor: Rahmadhani
Kanal YouTube Lintas iNews MNCTV dan Instagram maros__iinfo
ALIRAN SESAT DI MAROS - (Kiri) Petta Bau (59), pemimpin aliran sesat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat ditangkap polisi pada Rabu (2/4/2025) malam dan (Kanan) Barang bukti yang diamankan Polres Maros terkait penyebaran aliran sesat. 

Aditya melanjutkan, polisi masih mendalami kasus dengan memintai keterangan yang bersangkutan.

ALIRAN SESAT - Tangkap layar foto Petta Bau yang diunduh dari akun Instagram maros__iinfo pada Jumat (7/3/2025).
ALIRAN SESAT - Tangkap layar foto Petta Bau yang diunduh dari akun Instagram maros__iinfo pada Jumat (7/3/2025). (Kolase: Instagram maros__iinfo)

Ubah Rukun Islam jadi 11

Dirangkum dari TribunMaros.com, aliran tersebut sudah disebarkan sejak 2024 lalu.

Kini, Petta Bau telah memiliki 27 pengikut.

Pada dasarnya, ajaran Pangisenganna Tarekat Anak Loloa mirip dengan agama Islam.

Namun, beberapa hal diubah.

Antara lain, Petta Bau merubah rukun Islam yang 5 menjadi 11.

Salah satu ajarannya yang kemudian sangat  kontroversial adalah  ibadah haji tidak perlu dilakukan di Tanah Suci, Mekkah. Petta Bau mengajak para pengikut untuk menunaikan ibadah haji di Gunung Bawakaraeng, yang dianggap dapat menggantikan ibadah haji yang seharusnya dilakukan di Mekkah.

Petta Bau juga menjual barang pusaka yang bisa digunakan para pengikutnya untuk masuk ke dalam surga.

Awal terbongkar

Aliran sesat ini mulai terbongkar saat ada transaksi mencurigakan soal benda pusaka.

Pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Tompobulu kemudian melakukan penelusuran hingga mendapati ajaran yang disebarkan Petta Bau.

Kepala KUA Tompobulu, Danial, kepada TribunMaros.com, mengaku sudah turun tangan memberikan pencerahan kepada Petta Bau dan para pengikutnya.

Bahkan, tim rela menginap di rumah-rumah warga guna mencegah penyebaran Pangisenganna Tarekat Anak Loloa semakin luas.

"Kami bahkan sudah beberapa kali menginap di rumah warga di daerah Bontosomba untuk memberikan penjelasan tentang kesalahan ajaran yang disebarkan oleh Petta Bau," urainya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved