Tribun Smart

Rini Berusaha Menghargai Diri Sendiri

Wanita satu ini suka belajar hal baru, tentang apa saja. Aktif sebagai seorang broadcaster sekaligus jurnalis.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Rini Dwi Masmuda 

Saat radio kampus itu menggelar pelatihan yang narasumbernya dari Abdi Persada FM, Rini menjadi salah satu yang terpilih untuk berkesempatan menjadi penyiar di radio milik pemerintah provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Sembari menyiar, Rini juga mulai aktif melaporkan secara langsung berbagai peristiwa melalui radionya. Saat itulah ia mulai mengenal profesi jurnalis. Masih aktif di LPPL Abdi Persada, ia sempat pula nyambi menjadi Presenter berita di Banjar TV pada 2006 hingga 2007.

Dalam kesehariannya, Rini punya moto "Percaya diri adalah hal utama. Percaya diri adalah bentuk menghargai diri sendiri. Berbanggalah akan dirimu".

Tak heran dengan percaya diri itu kariernya berkembang, hingga usianya yang tak lagi muda. Meski demikian ia tak berpuas diri tapi terus belajar seiring pengalaman yang didapat.

Dari suka belajar dan menghadapi tantangan baru, wajar jika anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan sejak 2007 ini menjadi Peraih Nilai Tertinggi Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Provinsi Kalsel, Angkatan XIV 2024.

Rini yang juga anggota DPC PAPPRI Kota Banjarbaru bidang Media dan Humas, 2021-2026, juga meraih Medali Emas, pada Cabang Lomba Karya Jurnalistik pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024.

Sebagai jurnalis, satu liputan yang berkesan dan tak terlupakan bagi Rini adalah tatkala ia meliput secara live peristiwa kebakaran besar di kawasan Belitung, Banjarnasin.

"Saat itu saya live menyampaikan laporan pandangan mata sambil menangis," ungkapnya.

Ya, bagi Rini, berada di tempat kejadian dan melihat kondisi mengenaskan, api berkobar hingga semua barang jadi abu, bahkan ada korban bayi terbakar, membuat hatinya teriris.

"Membayangkan bagaimana nasib para korban yang kehilangan harta benda dan keluarga, sungguh membawa perasaan, bahkan pendengar pun banyak yang mengungkapkan perasaan sedih sembari menyimak siaran yang meneteskan air mata itu," tukasnya.

Tugas sebagai jurnalis memang menuntut waktu berlebih dari pekerjaan orang normal, bahkan saat libur pun jika ada kejadian mesti turun meliput.
"Alhamdulillah-nya support keluarga membuat saya mudah melalui ini. Terlebih suami, karena beliau juga dulunya kan profesinya wartawan, jadi sudah paham betul bagaimna ritme kerja seorang jurnalis. Anak-anak juga, mereka kini paham betul pekerjaan bundanya yang tak kenal waktu," katanya. 

Meski demikian Rini tetap bisa berperan. menjadi ibu rumahtangga dengan tiga anak bahkan sekarang juga membuka online shop yang selalu ramai  orderan dan siap kirim kapan saja tanpa mengenal libur. (Salmah saurin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved