Book Lover

Memetik Ilham yang Tak Ada Habisnya

Dulu Muhammad Akmal suka membaca buku cerita anak bergambar. Beranjak remaja suka buku-buku Islami dan paling ia suka buku kisah sejarah Nabi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Muhammad Akmal 

Dulu Muhammad Akmal suka membaca buku cerita anak bergambar, beranjak remaja suka  buku-buku Islami dan paling ia suka buku  kisah sejarah Nabi Muhammad SAW.

"Koleksi buku yang tersusun di lemari saya ada Kearifan Islam, Permata yang Indah, Rindu Rasul, Terjemahan Ringkas Ihya Ulumuddin, Kitab Sabilal Muhtadin dan kitab-kitab Islami lainnya," katanya.

Dari sekian koleksinya, buku Kearifan Islam adalah favoritnya. Buku tersebut merupakan buku dengan sedikit gambar yang pertama ia suka, sebab sebelumnya ia lebih suka membaca buku bergambar.

Buku Kearifan Islam berisi kisah-kisah Nabi dan para Sahabat yang penuh Ilham dan mencerahkan, demikian judul lengkapnya.

"Buku ini merupakan kumpulan catatan tentang perbuatan dan perkataan yang terpilih untuk menjadi teladan, buku ini memberikan gambaran otentik pandangan hidup Islami," jelas pemuda kelahiran Banjarmasin pada 7 Mei 2006 ini.

Buku karya Wahiduddin Khan ini memberikan gambaran otentik mengenai pandangan hidup yang berlandaskan pada ajaran Islam. Gaya penulisan yang sederhana, gamblang, dan lugas.

Juga terdapat kisah-kisah Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya yang dipaparkan dengan ringkas serta disertai konteks yang jelas. Setiap orang, termasuk anak-anak, bisa memetik ilham yang tak habis-habisnya dari buku ini.

Warga Teluk Tiram, Banjarmasin, yang kuliah Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini suka membaca sejak  berusia 5 tahun, ketika sering diajak keluarga  membeli buku.

"Orangtua membacakan buku tersebut ketika saya ingin tidur. Hal tersebut membuat saya memiliki ketertarikan dengan sebuah buku," ungkapnya.

Akmal biasanya membaca buku di saat ada waktu luang yang memungkinkan untuknya membaca buku tanpa ada gangguan dari orang sekitar.

Saat membaca buku, ia tidak menghitung berapa lama membaca, tergantung bagaimana waktu dan kondisi yang tersedia.

"Setelah membaca buku, banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan, hal terbesar yang bisa saya rasakan adalah wawasan dan pengetahuan yang didapat," tukasnya.

Lanjut Akmal, ia tidak memiliki jadwal untuk membeli buku. Hal tersebut ia lakukan sesuai kondisi. Belanja buku offline memiliki rasa yang sangat luar biasa. Akmal sangat excited jika pergi ke toko buku dan melihat banyak buku yang tersusun di rak.


Untuk tips, bagi yang ingin betah membaca, menurut Akmal pilihlah buku yang sesuai dengan selera kita.

"Fokus ke isi buku sehingga kita terbawa suasana dari isi buku tersebut," kata putra Berbakat Pendidikan Ekonomi FKIP ULM 2025 ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved