Book Lover
Buku Jadi Petualangan Intelektual dan Spiritual
Buku bagi Lailatannur adalah guru yang sabar, teman yang setia, dan penjelajah yang tak kenal lelah
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Buku adalah guru yang sabar, teman yang setia, dan penjelajah yang tak kenal lelah. Demikian kesan Lailatannur sebagai pecinta buku.
"Buku membimbing kita menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita. Menginspirasi kita untuk bermimpi lebih besar, dan mendorong kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri," kata Lailatannur.
Jadi, menurut mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai ini, bukalah buku, dan biarkan kata-katanya membimbing kita menuju petualangan intelektual dan spiritual yang tak terlupakan.
"Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah, dan langkah pertama itu adalah membuka sebuah buku," ungkap gadis 20 tahun ini.
Menurut Lailatannur, ia suka membaca sejak berumur delapan tahun seiring rasa keingintahuannya yang sangat tinggi.
"Saat itu saya sudah mulai bisa membaca dan terus meningkatkan kemampuan untuk terus membaca. Bagi saya dari membacalah bisa mendapat pengetahuan yang belum saya ketahui dan dari membacalah saya bisa mengetahui arti kehidupan," selorohnya.
Lanjutnya, kita dilahirkan tidak dalam keadaan membaca, namun, bagi yang belum terbiasa membaca, pasti akan merasa malas untuk membuka buku.
"Buku sendiri kerap disebut sebagai jendela dunia. Dengan membaca, kita bisa menjelajahi berbagai tempat hanya dengan melalui tulisan. Maka sering-seringlah membaca, tandas Lailatannur.
Sejak kecil ia sudah diajarkan untuk bisa membaca tulisan Arab dan Inggris. Ia juga suka membaca tentang nahu shorof dan buku berbahasa Inggris serta komik dan cerita rakyat.
Selain itu juga suka membaca beberapa novel macam Dunia Shopie, Laut bercerita, Cantik itu Luka dan Negeri 5 Menara serta masih banyak lagi yang lainnya.
"Selesai salat Subuh saya selalu meluangkan waktu untuk membaca, karena di waktu pagi bisa menyerap ilmu pengetahuan. Selain itu di jam istirahat serta di hari libur," pungkasnya.
Dalam sehari ia membaca sekitar 30 menit sampai satu jam per hari, kadang kalau terlalu asyik membaca bisa sampai berjam-jam.
Baginya, membaca itu menambah wawasan, menambah kosa kata, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan berpikir, menganalisis suatu masalah, problem solving, hingga banyak menemukan hal-hal baru.
"Biasanya saya tidak membeli tapi saya langsung pergi ke perpustakaan daerah untuk meminjam buku apa yang saya inginkan, karena untuk menghemat biaya," tukasnya.
Buku spesial dan berkesan baginya adalah buku bahasa Arab maupun Inggris, baginya kedua buku itu adalah jendela menuju dunia yang tak terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Lailatannur.jpg)