Book Lover
Satu Buku Diulang Hingga 15 Kali
Menginjak usia delapan tahun, Raisya Nur Afifah mulai tertarik pada buku-buku sains, teknologi, politik dan ilmu sosial
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Raisya suka membaca kapan saja. Pagi atau sore hari adalah waktu favoritnya karena pikiran masih jernih. Apalagi membaca sangat membantunya relaksasi, serta meningkatkan pengetahuan, dan memperluas wawasan.
Baginya, membaca buku telah menjadi bagian penting dari hidupnga. Ia merasa bahwa membaca buku dapat membantunya menjadi lebih bijak, dengan critical thinking yang lebih terbuka, serta lebih memahami diri sendiri dan orang lain.
Raisya percaya bahwa membaca buku dapat membantu kita memahami dunia dengan lebih baik dan menemukan makna hidup yang lebih dalam, karena dengan membaca kita akan melihat beberapa tahun dalam setiap lembarnya.
Beberapa koleksi bukunya, Menjadi Juara dan Berkarakter Mulia (Alpiyanto), Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (Mark Manson), a Street Cat Named Bob (James Bowen), Laut Bercerita (Laila S Chudori), Akhlak Al Quran (Muhammad Zulian Alfaizi), dan Rahasia Melejitkan Kekuatan Pikiran (Daniel Nugroho).
Adalagi buku Ilmu Politik (Dr H Inu Kencana Syafiie MSi), Stumbling on Happiness (Daniel Gilbert), Berani Gagal (Billi PS Lim) Hypno Heart (Alpiyanto), serta Seni Berbicara (Bill Gillbert).
Raisya adalah peserta Student Exchange Japan alias Peserta Program Pertukaran Pelajar ke Jepang dalam Program 2024 Indonesia Kotabaru High School, Japan Study Tour Program 2024.
Kesuksesan Raisya dalam bidang akademis karena ia menjaga hubungan baik dengan Yang Maha Kuasa. Sebab itulah Raisya punya moto; when you leave everything in Allah's hand, you will see Allah's hand in everything.
Dan bagi yang ingin betah membaca, tips dari Raisya adalah pilih buku yang sesuai dengan minat dan kondisi kita inginkan, dengan begitu akan selalu merasa penasaran untuk membalik setiap lembarnya.
Ciptakan suasana yang mendukung. Cari dan buat suasana yang tenang, yang dapat membuat kita memberikan seluruh fokusmu pada membaca.
"Jadilah membaca sebagai kebutuhan. Tidak perlu banyak halaman dibaca, tapi sedikit-sedikit saja setiap harinya hingga menjadi kebiasaan," terangnya.
Diskusikan pula dengan orang lain tentang buku yang kita baca. Karena ketika membaca, kita sedang melahap isi pikiran seseorang. Dan kita dapat membagikannya atau memahaminya lebih jauh dengan diskusi pada isi pikiran orang lain juga.
"Tetapkan tujuan membaca, misal target membaca dalam berapa kali sepekan. Dan cari buku yang dapat membuat kita jatuh cinta sehingga dapat menikmati proses membaca," pungkas Raisya. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Raisya-Nur-Afifah.jpg)