Tribun Smart

Leni Ciptakan Rasa Kekeluargaan dan Kebersamaan

Leni Rahayu yang sebelumnya lebih banyak berkutat dengan manajemen keuangan, sekarang diberi tanggungjawab mengelola sebuah hotel.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Leni Rahayu Grand Tan Banjarmasin 

Dengan konsep kekeluargaan maka para karyawan merasa memiliki hotel tersebut dan seperti rumah kedua mereka, karena bekerja untuk menghidupi keluarga.

"Memang awalnya apa yang saya terapkan itu ada yang suka dan tidak suka juga salah paham. Namun sekarang mereka bisa menerima dan nyaman dengan konsep tersebut,

Satu hal lagi yang diterapkan Leni adalah ia tak mau hanya duduk di belakang meja tapi juga turun mengontrol dan membenahi segala sesuatu di lingkungan kerja.

"Saya periksa setiap ruangan, termasuk ruang kerja karyawan, saya sampaikan bahwa tempat kerja harus bersih dan rapi. Kalau perlu dibersihkan dan dirapikan, maka saya ikut bantu mereka," seloroh Leni.

Diakui Leni sikap dan karakternya yang mengutamakan kebersihan, kerapian, ketertiban dan kedisiplinan memang terbentuk sejak muda.

Ya, pembentukan itu salah satunya semasa sekolah, Leni pernah terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional (Paskibraka-Pasukan 8) yang bertugas saat upacara hari kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta pada 1995.

Leni yang juga pernah meraih Juara 1 Galuh Banjar (Putri Kalimantan Selatan) yang ditetapkan Panitia Pemilihan Nanang dan Galuh Banjar 1996. "Setelahnya saya saat itu menjadi duta budaya Kalimantan Selatan dalam kegiatan promosi daerah, bahkan juga mewakili saat promosi pariwisata internasional di Swedia pada 1997," pungkasnya.


Selalu Ada Waktu untuk Anak-anak
MESKI harus bekerja seharian bahkan bisa pulang malam, namun diakui Leni ia tak begitu saja lepas dengan perannya sebagai ibu dari enam anak.

"Sebagai single mom,  Alhamdulillah, komitmen di rumah sebagai ibu selalu saya hadirkan. Anak-anak yang besar ada yang sudah kuliah, sedangkan si bungsu masih sekolah dasar," ujarnya.

Dalam hal belajar dan bermain serta beribadah ia porsikan sesuai waktunya sehingga sejak kecil hingga besar mereka bisa menata diri dan mandiri juga berprestasi.

"Saya tidak suruh mereka belajar, saya hanya beri tanggungjawab kepada mereka, bahwa belajar itu agar mereka bisa jawab pertanyaan guru dan soal-soal ulangan atau ujian. Karena kalau tidak bisa jawab, bukan mama yang malu, tapi kalian. Syukurlah itu tertanam di diri mereka dan beberapa anak saya mampu masuk program akselerasi di sekolahnya," ungkap Leni.

"Alhamdulillah buah yang saya tanamkan ke mereka saya petik perlahan dengan hasil putra pertama Kak Rio sudah bekerja, putra kedua kak Adika sedang menjalani skripsi di UI jurusan Teknik Metalurgi, putra ketiga Kak Rakha baru selesai sidang S2 di ITB jurusan Pertambangan dengan predikat Lulusan Magister termuda di usia 20 tahun, putra ke4 Kak Raja sudah semester 4 di UI jurusan Teknik Metalurgi, putra ke 5 (alm) Pangeran sudah berada di Surga, dan terakhir satu-satunya perempuan adek Qisthira sekarang kelas 5 di SDIT Ukhuwah Banjarmasin.

Leni juga mengutamakan azas demokrasi dengan anak-anaknya, mereka bisa berdiskusi dalam berbagai hal.

Di saat libur kerja, terutama akhir pekan, Leni juga menyempatkan waktu bersama anak-anaknya baik itu jalan-jalan, makan atau nonton.

"Saya juga pesan kepada anak-anak agar selalu rukun, karena saat orangtua sudah tiada, sesama saudara lah yang bisa bantu dan memerhatikan. Saya pun selalu mendoakan mereka agar ketika saya harus berpulang, mereka sudah dalam keadaan mandiri," tandas Leni. 

Semua keberhasilan yang dicapai tidak terlepas dari pertolongan Allah Subhanahuwata'ala, juga doa dari mamah Suharti tercinta, dan juga doa serta bantuan dari Kakak perempuanku tersayang Yayuk  Nurullah yang selalu membantu dan memberi semangat sampai bisa berada di titik sekarang ini. (Salmah saurin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved