Sukses Story
Gagal Terbitkan Buku Jadi Titik Awal
Beberapa pekerjaan ia lakoni hingga kemudian eksis berbisnis penerbitan buku dan konten kreator.
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbisnis, berorganisasi dan beraktivitas sosial, tiga kegiatan itu dilakoninya dengan penuh semangat.
Beberapa pekerjaan ia lakoni hingga kemudian eksis berbisnis penerbitan buku dan konten kreator. Apa dan bagaimana sosok M Ery Zulfian ini di dunia usaha serta konten kreator. Berikut ketikan wawancaranya.
Bisa sampaikan secara singkat latar belakang dan masa sekolah Anda ?
Saya lahir di Banjarbaru pada 23 Juni 1989. Asli sebagai warga Banjarbaru dari lahir sampai sekarang.
Menyelesaikan pendidikan di SDN Utara 3 Banjarbaru, SMPN 2 Banjarbaru, SMAN 1 Banjarbaru, dan kuliah juga FMIPA Fisika ULM Banjarbaru.
Saat berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Fisika diajarkan untuk terus berkarya lewat bidang kemampuan yang dimiliki, diajarkan dan ditempa untuk selalu mencari pengalaman dan semangat under pressure dengan keadaan. Mengasah soft skill sejak dini memang diharuskan.
Anda pernah memimpin berbagai komunitas sejak 2009 hingga sekarang. Apa pelajaran paling berharga dari perjalanan panjang kepemimpinan tersebut?
Yang pasti memiliki teman yang banyak, relasi yang kuat, bisa berjejaring dan membuka ruang kebaikan terhadap teman-teman yang pernah dikenal. Serta bisa memanejemeni waktu dengan baik.
Bagaimana cara Anda menjaga motivasi para relawan?
Melalui upaya konsisten untuk membangun suasana yang ramah dan saling menguatkan.
Saya juga mengajak teman-teman untuk bersama-sama terus menyemangati diri, mengingat kembali nilai karya yang mereka hasilkan, serta dampak positif yang bisa tercipta dari usaha kecil yang dilakukan secara bersama. Selain itu, komunikasi yang baik menjadi hal penting yang selalu saya pegang.
Bagaimana awal mula Anda merintis usaha penerbitan buku?
Saat kuliah, saya memang suka menulis, terutama di surat kabar harian sejak 2009 sampai 2011.
Kemudian tulisan-tulisan itu saya bukukan dan banyak diterima orang, sampai saya di kuliah itu jualan buku dan banyak yang membelinya.
Saya juga membuat penerbitan buku sendiri bernama Zukzez Express yang sudah 1.500-an judul buku terbit dan sampai sekarang usaha tersebut berjalan terus berkembang pesat.
Semuanya dari kegagalan menerbitkan buku di penerbit ternama, maka tercetuslah ide untuk menerbitkan tulisan sendiri lewat penerbitan sendiri. Akhinya teman-teman yang juga ingin menerbitkan tulisannya. Dijadikanlah peluang untuk usaha.
Apa tantangan terbesar dalam menjalankan penerbitan indie, khususnya di era digital?
Yang pasti ketika kita bicara tentang digital berarti berbicara juga tentang e-book, maka harga buku cetak masih lebih mahal ketimbang yang digital. Ini menjadi perhatian khusus juga untuk kami melihat peluang ke arah sana, tapi masih belum bisa memecahkan kalau buku digital nanti bisa tersebar secara ilegal.
Anda membangun channel Inspiramovie & Dunia Kreatif Digital Anda memperoleh Silver Play Button. Bagaimana proses dan perjuangannya?
Inspiramovie lahir dari keresahan kami ketika melihat video youtube khususnya di Kalimantan Selatan kebanyakan hanya hiburan.
Kami mencari kekuatan niche video kami bertemakan edukasi, kisah kebaikan yang narasumber pernah lakukan, mulai dari kisah hijrah, bangkit dari jeratan utang riba, sampai kisah mualaf, kisah inspiratif seseorang, sampai kisah-kisah sukses pengusaha yang mempunyai titik balik luar biasa.
Ketika kami konsisten mengunggahnya, kami akhirnya bisa menemumkan pola kebaikan yang bisa kami tularkan ke lain lewat dunia podcast sederhana.
Inspiramovie biasanya dikenal sebagai konten yang mengangkat cerita-cerita inspiratif dan memotivasi, nilai moral yang diusung dalam setiap kontennya umumnya mencakup kebaikan dan titik balik dari narasumber.
Adakah momen ketika hampir menyerah dalam membangun channel tersebut?
Tidak ada. Karena kami membangun channelnya dengan penuh semangat dan senang.
Kami juga tidak berharap untuk mendapatkan ini itu. Karena kami menjalankannya sesuai dengan hati. Alhamdulillah kebaikan itu datang dengan sendirinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/M-Ery-Zulfian.jpg)