Sukses Story
Tak MInta Dilayani
Awalnya tidak ada keinginan mengabdi untuk negara di bidang kesehatan. Namun jalan hidupnya sudah ditakdirkan
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Inovasi apa yang pernah Anda kembangkan untuk meningkatkan pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat?
Back to nature, kembali ke alam, apapun itu penyakitnya kita usahakan untuk memanfaatkan bahan alam di sekitar kita untuk kesehatan kita, tentunya dengan menjaga keamanan dalam konsumsinya.
Saya terapkan di kader dan keluarga binaan desa agar pelayanan kesehatan tradisional dapat berjalan karena Indonesia kaya keanekaragaman hayati.
Apa dampak nyata yang paling dirasakan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan?
Kepedulian terhadap kesehatan menjadi meningkat, yang awalnya tidak peduli dengan perilaku hidup bersih dan sehat dirinya menjadi tahu, deteksi dini penyakit tidak menular akibat kebiasaan buruk kita dapat dirubah untuk mencapai derajat kesehatan.
Adakah momen paling berkesan saat membantu pasien atau masyarakat?
Perjalanan dan medan wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat 1 yang luas, terlebih musim hujan kemarin banjir melanda.
Hal yang berkesan saat banjir sekaligus covid 19 tahun 2021 di Kabupaten Banjar adalah semangat melayani dan menjaga diri saya lakukan, mulai dari jembatan di wilayah Mataraman putus tetap saya jangkau menggunakan perahu karet untuk menuju puskesmas dan memastikan warga desa terdampak banjir mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan jukung untuk bertemu mereka. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Tanpa Pamrih
PELAJARAN hidup paling berharga yang didapatkan Herman dari dunia kesehatan adalah bersukarelalah dalam melayani masyarakat, khususnya kesehatan mereka. Seperti juga guru, tim kesehatan juga harus menjunjung tinggi suka rela atau tanpa pamrih.
"Karena mereka perlu kita, dan jangan minta imbalan dari mereka tapi yakin, Allah Subhannahu Wa Ta’ala yang akan membalasnya kelak," ujarnya.
Visi Herman untuk masa depan komunikasi kesehatan di Indonesia adalah selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami pasien dan mendengarkan keluhan masyarakat, agar pengobatan dapat berjalan dan sesuai anjuran sehingga kesembuhan dapat tercapai.
Kontribusi yang ingin terus ingin diberikan Herman untuk pembangunan kesehatan daerah maupun nasional adalah menjadi jembatan untuk para pemuda dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui edukasi dan sosialisasi tanpa henti.
"Kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia kesehatan, dengarkanlah keluhan masyarakat, layani mereka dengan sepenuh hati dan jadilah diri kita sendiri sehingga intan itu akan terus bersinar," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Biodata
Nama: Herman Faisal AMdFarm, SIKom MIKom
Lahir: Banjarmasin, 11 Oktober 1994
Usia: 31 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jalan Trans Kalimantan Kompleks Kebun Jeruk 3 Alalak, Barito Kuala
Pendidikan:
- Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin2016-2020
- Program Sarjana Ilmu Komunikasi Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjari 2021-2023
- Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjari
Pekerjaan: Asisten Apoteker Mahir di UPTD Puskesmas Simpang Empat di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Herman-Faisal.jpg)