Tribun Smart
Menjaga Konsistensi dan Kesiapan Mental
Siti Aisyah, biasa dipanggil Ais, saat ini menempuh pendidikan sebagai mahasiswi di Politeknik Negeri Tanahlaut angkatan 2023.
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Siti Aisyah, biasa dipanggil Ais, saat ini menempuh pendidikan sebagai mahasiswi di Politeknik Negeri Tanahlaut angkatan 2023.
Selain menjalani perkuliahan, gadis kelahiran Tanah Laut, 11 Januari 2005 ini aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, organisasi kampus serta mengembangkan minat dan bakat di bidang seni, khususnya seni tari dan bernyanyi.
"Ketertarikan saya terhadap dunia seni mulai tumbuh sejak usia sekolah. Awalnya, saya menekuni seni tari dan bernyanyi sebagai hobi. Namun, seiring waktu dan berbagai kesempatan tampil, minat tersebut berkembang menjadi komitmen," ujarnya.
Konsistensi Ais hingga saat ini didorong oleh kecintaan terhadap seni serta keinginan untuk terus mengasah kemampuan dan melestarikan budaya.
Hasilnya, Ais meriah Juara I Lomba Tari Tradisional Kreasi Daerah Kalimantan Selatan, Juara Il entas Seni Jambore Pemuda Daerah Tanahlaut, Juara Harapan II Festival Karya Tari Daerah (FKTD) dan Juara Ill Lomba Seni Tari Hut Tentara Nasional Ke-74.
Prestasi yang paling berkesan baginya adalah pencapaian di bidang seni tari serta kepercayaan yang diberikan untuk menjadi Duta Kampus Politala 2024 dan Putri Pariwisata Persahabatan 2025.
"Prestasi tersebut membanggakan karena merupakan hasil dari proses panjang, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak," kata Ais.
Menjadi Anggota Duta Kampus Politala dan dipercaya sebagai Duta Kampus Politala 2024 merupakan suatu kehormatan dan tanggung jawab besar bagi Ais.
"Peran tersebut bermakna sebagai wadah untuk berkontribusi secara positif, menjadi representasi mahasiswa, serta turut membawa nama baik kampus dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik," katanya.
Adapun tantangan terbesar dalam meraih prestasi di bidang seni tari adalah membagi waktu antara latihan, perkuliahan, dan kegiatan organisasi.
"Selain itu, menjaga konsistensi dan kesiapan mental saat tampil juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, tantangan tersebut menjadi proses pembelajaran yang berharga dalam pengembangan diri," ujarnya.
Pengalaman organisasi yang paling berpengaruh bagi Ais adalah keterlibatan dalam kegiatan seni dan duta kampus.
Melalui organisasi tersebut, Ais belajar tentang kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab.
"Pengalaman ini sangat berperan dalam membentuk karakter dan meningkatkan rasa percaya diri saya," katanya.
Organisasi yang diikuti Ais antara lain, anggota Duta Politala, Sanggar Tirta Kusuma, anggota Putpar, Gambus Religi, Band Politala politala, Sanggar Akademi Saka Bhayangkara Borneo Gunkay, Paskibra Politala, Padus Politala, Pertikarada Batola, Habsy Politala, Karang Taruna, PPMI, IPIPNU dan Pepelingasih Bajuin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Sosok-Tribun-Smart-Siti-Aisyah-dari-Politala.jpg)