Tribun Smart
Target Jelas, Tak Menunda Pekerjaan
Gadis ini punya pengalaman praktis di bidang public relations, content & digital branding serta event management
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski masih mahasiswi S1 Manajemen ULM Banjarmasin, namun gadis ini punya pengalaman praktis di bidang public relations, content & digital branding serta event management yang berorientasi pada penguatan brand dan kolaborasi strategis.
Siti Zulaikha terbiasa mengelola publikasi, membangun kemitraan, dan mengeksekusi proyek kreatif secara profesional.
Ia juga memiliki kombinasi kemampuan leadership, komunikasi bisnis, dan eksekusi lapangan dengan rekam jejak prestasi akademik dan kepenulisan buku yang sedang dalam proses penerbitan.
Soal buku, Lika — panggilan akrabnya, adalah penulis utama buku Sustainability Pariwisata Sungai: Pemasaran Ekowisata Banjarmasin. Buku yang membahas pemasaran ekowisata berbasis keberlanjutan di Banjarmasin dengan fokus pada penguatan potensi pariwisata sungai serta kontribusinya terhadap ekonomi dan pelestarian lingkungan, dan saat ini memasuki tahap penerbitan oleh ULM Press.
Proses kreatif buku tersebut awalnya berangkat dari pengalaman pribadi, karena dulu ia memiliki bisnis yang lokasinya cukup dekat dengan kawasan siring dan sungai. Dari situ, ia melihat langsung bagaimana aktivitas di sekitar sungai punya potensi besar, tapi belum sepenuhnya dimaksimalkan secara berkelanjutan.
"Kemudian muncul pertanyaan sederhana, kenapa pariwisata sungai tidak hanya dikembangkan untuk keuntungan, tapi juga dibuat lebih sustain? Dari situlah ide buku ini berkembang. Saya ingin mengangkat, dengan pendekatan yang tepat, termasuk melalui strategi marketing, pariwisata sungai bisa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus tetap menjaga lingkungan dan identitas daerah," jelas Lika.
Adapun nengenai content & digital branding, motivasinya berangkat dari perubahan besar di era digital, yang hampir semua hal kini bergeser ke platform online. Cara orang mencari informasi, membangun kepercayaan, hingga mengambil keputusan, sangat dipengaruhi konten yang mereka lihat.
Dari situ ia sadar, kemampuan beradaptasi di dunia digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Namun lebih dari itu, ia ingin apa yang ia buat bisa berdampak.
Menurut Lika, kemampuan dalam content creation menjadi salah satu skill yang sangat penting di era digital, karena hampir semua bentuk komunikasi kini dikemas melalui konten. Ini bukan hanya tentang teknis, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan ide dan nilai secara efektif kepada audiens.
Namun, di balik itu, hal yang tidak kalah krusial adalah kepercayaan diri dan keberanian untuk tampil. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, setiap individu dituntut untuk memiliki ciri khas dan nilai pembeda.
Dengan keberanian untuk menunjukkan keunikan diri, seseorang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memiliki peluang untuk benar-benar diingat dan memberi pengaruh.
"Bagi saya, PR, content creation dan digital branding bukan sekadar soal membuat konten yang menarik, tapi bagaimana pesan yang disampaikan bisa memengaruhi cara orang berpikir, merasa, bahkan bertindak. Di situlah letak nilai yang saya kejar, ketika sebuah konten bukan hanya dilihat, tapi juga memberi makna dan pengaruh nyata bagi audiens," jelasnya.
Sebagai wedding content creator, tantangan terbesarnya adalah kemampuan membaca momen. Dalam wedding, semua terjadi cepat dan tidak bisa diulang, jadi kita harus benar-benar peka, tahu kapan harus fokus mengambil gambar, dan kapan masih ada waktu untuk editing di tempat.
"Kalau salah timing, bisa saja momen penting justru terlewat. Jadi bukan hanya soal estetik, tapi juga soal insting dan kepekaan situasi. Di situlah peran kita sebagai content creator, memastikan setiap momen penting tetap terekam dengan baik tanpa kehilangan nilai emosionalnya," katanya.
Strategi Lika dalam membangun personal branding yang kuat sebagai content creator adalah menjaga keseimbangan antara keaslian dan profesionalisme.
Ia berusaha membuat konten yang terlihat natural, tidak dibuat-buat, sehingga audiens merasa lebih dekat dan nyaman saat menonton.Namun di balik itu, tetap ada proses yang serius, terutama dalam editing dan pengemasan konten.
"Bagi saya, kejujuran dalam konten itu penting, tapi harus tetap didukung dengan kualitas yang baik. Jadi, konten yang saya buat tetap terasa real, tanpa menghilangkan nilai profesionalisme di dalamnya," katanya.
Lika yang juga memimpin Divisi Public Relation Novo Club wilayah Kalimantan Selatan, mengatakan, dalam organisasi berskala nasional ini ia menjalin kerja sama dengan sponsor, mitra, dan komunitas lintas daerah untuk mendukung kegiatan, serta merancang strategi publikasi dan branding guna memperluas eksposur Novo Club.
"Bagi saya, kunci utamanya ada pada komunikasi yang jelas dan transparansi. Dalam setiap kerja sama, saya selalu berusaha menyampaikan informasi secara terbuka, baik terkait rencana, progres, maupun tantangan yang dihadapi. Dengan komunikasi yang konsisten dan transparan, mitra akan merasa lebih dihargai dan percaya. Karena pada akhirnya, kepercayaan itu bukan dibangun dari hal besar saja, tapi dari bagaimana kita menjaga keterbukaan dan komitmen dalam setiap proses kerja sama," jelasnya.
Kegiatan lain yang diikuti Lika adalah menjadi volunteer di event nasional MTQ Mahasiswa Nasional. Pengalaman paling berkesan baginya adalah bisa bertemu dengan perwakilan mahasiswa hebat dari berbagai penjuru Indonesia.
"Dari situ, saya melihat langsung bagaimana setiap individu membawa potensi dan semangat yang luar biasa di bidangnya masing-masing. Selain itu, pengalaman ini mengajarkan saya untuk bekerja di bawah tekanan. Dalam pelaksanaannya, tentu ada beberapa kendala yang muncul, tapi di situlah kita dituntut untuk tetap tenang, berpikir cepat, dan menyelesaikan masalah secara profesional. Bagi saya, itu menjadi pembelajaran yang sangat berharga, baik secara pribadi maupun dalam dunia kerja," katanya.
Dalam membagi waktu untuk berbagai kegiatan, bagi Lika kuncinya ada pada memiliki target yang jelas dan tidak menunda pekerjaan.
Ia selalu menetapkan apa yang ingin dicapai, baik dalam akademik maupun pekerjaan, sehingga setiap aktivitas punya arah.
"Selain itu, saya membiasakan diri untuk langsung menyelesaikan tugas sesuai prioritas, tanpa menunggu mood. Karena kalau terlalu sering menunda, pekerjaan akan menumpuk dan justru mengganggu konsistensi. Dengan disiplin seperti itu, saya bisa tetap menjalankan dua peran ini secara seimbang dan produktif," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Perlu Usaha, Proses dan Konsistensi
LIKA meraih predikat Mahasiswa Berprestasi atas capaian akademik unggul, penyusunan gagasan kreatif dan inovatif yang dipresentasikan secara kompetitif serta penilaian kemampuan public speaking dan Bahasa Inggris dalam seleksi tingkat fakultas.
Prestasi diraihnya yaitu Juara 1 Prodi Manajemen 2026, Juara 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2026 dan Juara Harapan 3 Universitas Lambung Mangkurat 2026.
Terkait peran wanita dalam pembangunan, menurut Lika, perlu peran dalam pengembangan ekowisata dan ekonomi kreatif di daerah, karena ini sangatlah krusial, terutama dalam konteks kesetaraan gender yang kini semakin berkembang.
Perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi, berinovasi, dan mengambil peran strategis dalam pengembangan ekowisata maupun ekonomi kreatif.
"Saat ini kita bisa melihat semakin banyak perempuan yang berani tampil dan terlibat aktif, tidak hanya sebagai pelaku, tetapi juga sebagai pengambil keputusan dan penggerak di tingkat lokal.
Dengan adanya ruang yang setara, perempuan dapat memberikan perspektif yang lebih beraga, baik dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, mengangkat nilai budaya, maupun menciptakan inovasi ekonomi yang berdampak," jelasnya.
Kepada generasi muda, Lika menyemangati, fokuslah pada apa yang bisa kita kendalikan. Tidak semua hal harus kita kuasai sekaligus, dan tidak semua hasil bisa kita tentukan. Tapi usaha, proses, dan konsistensi itu sepenuhnya ada di tangan kita.
"Dalam perspektif filsafat, ada konsep stoikisme yang mengajarkan untuk membedakan mana yang bisa dan tidak bisa kita kontrol. Sementara dalam nilai yang saya pegang, ada keyakinan bahwa; fa inna ma’al yusri yusra, bahwa di setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Jadi tetaplah berusaha dengan maksimal, lalu serahkan sisanya kepada Yang Maha Kuasa. Karena sering kali, langkah kecil yang kita mulai hari ini justru menjadi awal dari hal besar di masa depan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Siti-Zulaikha.jpg)