Sukses Story

Bukan Dilayani, Tapi Melayani

Menjadi manajer bukan berarti kita harus dilayani, tetap sebaliknya harus melayani bawahan

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasin Post/Salmah
Idris Abdillah Widodo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menjadi manajer bukan berarti kita harus dilayani, tetap sebaliknya harus melayani bawahan. Itulah yang selama ini menjadi resep karirnya.

Bagi Idris Abdilah Widodo, tidak perlu khawatir jika ada bawahan yang kariernya mengorbit naik. Tapi bersyukurlah, sebab hal itu juga akan selaras menaikkan karier kita.

Lebih jelasnya, apa dan bagaimana sosok F&B (Food and Beverage) Manager Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin ini, berikut petikan wawancaranya.

Latar belakang pendidikan Anda sangat linier dengan karir Anda saat ini. Apa yang mendasari Anda memilih profesi di bidang kuliner?

    Pastinya karena saya memang hobi makan. Jadi, kuliah di bidang pariwisata itu juga ada materi tentang kuliner yang sesuai hobi saya tersebut.
Dari kuliner, juga bisa mengenal Tanah Air, mengetahui kekayaan budaya Nusantara. Apalagi saya suka mengenal dan belajar hal baru terutama soal kuliner daerah.

Bagaimana awal karir Anda di bidang kuliner?
    Lulus kuliah pekerjaan pertama saya bukan langsung masuk hotel, tapi saya kerja di kafe & resto pada 2007.

Saya belajar banyak tentang kuliner secara praktik, tidak hanya masakan nusantara tapi Japanese food, Chinese food, Coffee Resto, juga pastry.

Barulah pada 2010 saya bekerja di hotel, di Kota Batu, Jawa Timur. Alhamdulillah tujuh tahun 
kemudian, pada 2017 saya mendapat kepercayaan sebagai manager F&B.

Sampai sekarang Anda konsisten dengan bidang kuliner, rupanya sangat menikmati pekerjaan ini?
    Ya, karena memang hobinya makan. Jadi saya bekerja dan berkarya dengan hati yang senang.

Alhamdulillah, ini jalan hidup saya. Dan melalui profesi di bidang kuliner membawa saya berkeliling beberapa provinsi di Nusantara.

Bagaimana Anda menilai kekhasan kuliner nusantara?
    Unik, kuliner nusantara itu sangat beragam dan punya kekhasan masing-masing. Saya merantau ke Kalimantan Timur, Tengah dan Selatan. Juga ke Sumatera yaitu Aceh, juga Nusa Tenggara.

Di setiap daerah, berbagai kuliner dicoba. Secara umum karakter mendasar setiap masakan daerah itu pada pemilihan bumbu atau rempah.

Saat di Serambi Mekah, Aceh, karakter masakan di sana sangat kuat dengan rempah. Saya memperdalam kuliner Melayu yang dominan dengan rempah dari daun kari, juga gegarang yang mirip kemangi tetapk lebih kuat aromanya.

Di Aceh Tengah, saya belajar masakan khas antara lain kuah belango dengan campuran daging sapi yang merupakan menu tradisional untuk acara keagamaan sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan.

Kalau ciri khas masakan Jawa, saya bagi tiga daerah yaitu Jawa Timur plus Madura yang makanan khasnya dominan menggunakan petis, macam rujak cingur, tahu campur, pecel pincuk, tahu tek.

Adalah Jawa Tengah umumnya masakannya manis, contohnya tengklek, gudeg dan cara mengolah masakan biasanya diungkep lama.

Sedangkan Jawa Barat, kekhasan sajian lalapan, sayur, nasi liwet dan nasi uduk. Adapun Betawi itu menunya campuran dan paling enak adalah soto Betawi.

Kalau di Kalimantan Tengah, saya pernah ke Sampit dan Palangkaraya, saya mencicipi menu berbahan rotan yang dimasak dengan santan plus ikan Patin.

Kalau di Kalimantan Selatan, ada menu ketupat Kandangan lauk ikan Haruan, juga ada soto Banjar. Tapi paling saya suka adalah nasi kuning bumbu masak habang. 

Sebagaimana manajer bidang makanan dan minuman, apa saja tanggungjawab Anda?
    Semua yang terkait dengan layanan berupa makanan dan minuman. Termasuk pula mengaudit menu dalam hal penampilan penyajian. Semua harus standar kuliner.

Saya juga memastikan, tim berjalan dengan baik dan apa yang kami sajikan memuaskan tamu.

Apa tantangan kerja yang selama ini Anda rasakan?
    Tantangannya adalah harus hidup jauh dari istri dan anak. Mereka tinggal di Malang, Jawa Timur. Ke manapun saya bekerja, mereka tak pernah ikut.

Walaupun bisa berkomunikasi dengan HP baik komunikasi suara, pesan teks maupun video call, namun yang dirindukan tetaplah tatap muka secara langsung.

Tantangan lainnya, adalah dimana saya bertugas maka saya harus beradaptasi dengan lingkungan. Harus bisa memahami perbedaan karakter masyarakat baik di Kalimantan, Sumatera dan Nusa Tenggara Timur.

Saya selalu berprinsip, di mana bumi dipijak, maka di situ langit dijunjung. Dengan begitu di manapun kita bekerja maka akan mudah diterima dan beradaptasi.

Bagaimana Anda menghadapi jika ada tamu yang komplain?
    Komplain itu harus kita terima, karena memang kami berhadapan dengan tamu yang punya estimasi dan keinginan yang berbeda-beda.

Jadi, bagaimana kami bisa puaskan mereka dengan sajian kita dan berupaya menciptakan suatu pengalaman berkesan bagi tamu.

Anda membawahi banyak orang dalam tim, bagaimana gaya Anda dalam hal memimpin mereka?
    Dalam hal leadership, saya menerapkan servant leader. Seorang pemimpin bukan minta dilayani, tapi sebaliknya adalah melayani.

Saya senang jika tim saya ada yang kinerjanya baik dan karirnya berkembang. Apalagi jika mengobit naik. Bagi saya, semakin mereka naik ke atas, maka karier saya pun semakin ikut naik dan terus naik. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Suka Mancing Sendirian
    HOBI Idris Abdillah Widodo adalah membaca dan mancing. Itulah aktifitas relaksasi yang dilakoninya semasa libur kerja.
"Di saat libur kerja, saya sempatkan waktu memancing, tapi saya lebih memilih mancing di kolam pemancingan," ujar ayah satu anak ini.
Sementara, umumnya penghobi mancing suka berangkat mancing bersama teman-teman sehobi, berbeda dengan Idris yang lebih suka mancing sendirian.
"Saya ini suka menyendiri dan secara sifat saya ini orangnya introvert. Alasan lain adalah di hari kerja saya setiap hari bertemu banyak orang, maka saat aktivitas hobi saya inginnya sendiri saja" ucapnya.
Dengan suasana berbeda itu, menurut Idris, malah membuatnya mudah mendapat inspirasi untuk kuliner 
Urusan hobi membaca, Idris menyukai bacaan tentang kuliner dan sosial politik. Dari hobi ini ia tak hanya mendapat pengetahuan tapi juga wawasan baru. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Biodata
Nama: Idris Abdilah Widodo
Lahir: Surabaya, 30 September 1986
Usia: 40 tahun 
Pendidikan: Universitas Udayana (Pariwisata) 2005-2007
Hobi: membaca, memancing 
Status: menikah, satu anak
Riwayat Karier
- F&B Manager Incharge Amarta Hills & Resort Batu, Malang, 2015-2017
- Assistant F&B Manager Baobab Safari Resort, Pasuruan 2017-2018
- Outlet Manager Golden Tulip Legacy Surabaya 2019-2020
- F&B Manager Tunjungan Hotel Surabaya 2021
- F&B Manager Sunerra Antero Jababeka, Bekasi, 2023
- F&B Manager Samarinda Hotel & Convention Center 2024
- Internal Audit to Owner Representative Parkside Gayo Petro Hotel Takengon Aceh 2025
- F&B Manager Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin 2026

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved