Sukses Story

Tidak Menunggu Pelanggan Datang ke Toko

Wirausahawan muda dan profesional ini memiliki latar belakang pendidikan ganda yaitu di bidang Farmasi dan Hukum Tata Negara

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasin Post/Salmah
Bawaihi SFarm SH 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wirausahawan muda dan profesional ini memiliki latar belakang pendidikan ganda yaitu di bidang Farmasi dan Hukum Tata Negara. Juga berpengalaman luas dalam kepemimpinan organisasi dari tingkat kabupaten hingga nasional. 

Ia juga memiliki dedikasi tinggi dalam pemberdayaan pemuda, lingkungan, dan sektor publik melalui pengalaman magang di lembaga hukum serta pengawasan pemilu.

Lantas, apa dan bagaimana sosok pemukda satu ini, berikut petikan wawancara dengan Bawaihi yang juga pemilik usaha Founder Chang Barbershop yang berfokus pada inovasi layanan home service. 

Apa yang memotivasi Bawai memilih dua bidang sekaligus,  Farmasi dan Hukum Tata Negara?
    Motivasi saya berakar dari sebuah kesadaran bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengubah garis takdir. Saya lahir sebagai anak pertama dari sembilan bersaudara dalam keluarga yang sederhana dengan latar belakang petani. 

Menjadi orang pertama di keluarga yang mencapai jenjang sarjana memberi saya tanggung jawab besar untuk menjadi teladan.

Awalnya, saya memilih Farmasi sebagai bentuk bakti praktis, saya ingin keluarga saya memiliki seseorang yang paham betul mengenai kesehatan dan obat-obatan. Namun, seiring berjalannya waktu, ketertarikan saya pada isu sosial dan kebijakan negara tumbuh. 

Atas saran dosen saya, Ibu Hardiyanti Lukmana, saya memutuskan mengambil Hukum Tata Negara. Saya ingin memiliki pemahaman yang utuh, Farmasi mengajarkan saya tentang ketelitian sains untuk keselamatan nyawa, sementara Hukum mengajarkan saya tentang keadilan untuk tatanan masyarakat.

Bagaimana perjalanan hingga menjadi founder Chang Barbershop dengan konsep home service?
    Perjalanan Chang Barbershop dimulai dari sebuah kebutuhan mendesak akan fleksibilitas. Karena jadwal kuliah di dua jurusan sangat padat dan tidak bisa diganggu gugat, saya tidak mungkin bekerja di tempat yang memiliki jam operasional kaku.

Akhirnya, saya memilih konsep Home Service atau layanan panggil ke rumah. Strategi ini saya ambil agar saya bisa tetap produktif di sela-sela waktu luang atau saat jadwal kuliah sedang kosong. 

Saya tidak menunggu pelanggan datang ke toko, tapi saya yang menjemput bola. Ini adalah cara saya beradaptasi untuk memastikan, usaha sampingan saya bisa mengikuti ritme pendidikan saya, bukan sebaliknya.

Apa tantangan yang dihadapi saat membangun usaha dari nol, dan bagaimana cara mengatasinya?
    Tantangan terbesar membangun usaha tanpa toko fisik adalah membangun kepercayaan pelanggan. Orang sering ragu dengan layanan panggilan karena tidak tahu kualitasnya. Cara saya mengatasinya adalah dengan menjaga konsistensi dan kualitas hasil kerja.

Saya selalu menganggap setiap kepala yang rambutnya saya cukur adalah kartu nama saya. Jika hasilnya memuaskan, pelanggan akan merekomendasikannya kepada orang lain atau pemasaran dari mulut ke mulut. 

Selain itu, tantangan logistik seperti cuaca atau jarak tempuh saya hadapi dengan manajemen alat yang ringkas namun tetap profesional, sehingga kualitas layanan di rumah pelanggan tetap setara dengan layanan di barbershop mewah.

Bagaimana membagi waktu antara pendidikan, bisnis dan aktivitas organisasi?
    Banyak yang bertanya bagaimana saya melakukannya. Kuncinya bukan hanya disiplin, melainkan perencanaan strategis harian. Setiap awal semester, saya memetakan seluruh jadwal akademik kedua kampus dalam satu kalender besar untuk melihat di mana celah waktu yang bisa saya gunakan untuk bekerja atau berorganisasi.

Dalam keseharian, saya memanfaatkan setiap jeda sekecil apa pun. Saat berkendara dengan motor antar kampus, saya tidak sekadar berpindah tempat, tapi melakukan transisi mental. Di kampus pertama saya fokus sepenuhnya sebagai mahasiswa kesehatan, dan saat perjalanan menuju kampus kedua, saya mulai mengalihkan pola pikir ke arah logika hukum. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved