Berita Kaltara

Kebakaran di Malinau Kaltara, Api Ludeskan 6 Unit Rumah Warga

Enam unit rumah ludes dalam insiden kebakaran yang terjadi di di RT 06 Desa Respen Tubu, Malinau Utara, Malinau, Kaltara

Editor: Hari Widodo
TribunKaltara.com/Mohammad Supri
 LUDES TERBAKAR - Kondisi terkini kebakaran di RT 6, Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Malinau, Kalimantan Utara, Minggu (25/1/2026) sore. Api kini berhasil dipadamkan petugas dan dalam proses pendinginan. 


BANJARMASINPOST.CO.ID, MALINAU – Sebuah musibah kebakaran besar  melanda permukiman padat penduduk  di RT 6 Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten MAlinau, Kalimantan Utara, Hari Minggu (25/1/2026) sore.

Kebakaran itu menghanguskan satu blok bangunan yang dihuni satu rumpun keluarga besar.

Api muncul saat sore hari sekitar pukul 17.10 Witadi area bangunan yang berada di sisi kiri jalan utama, tepat di depan lokasi Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Malinau.

Lantaran lokasi yang berada di area strategis dekat kompleks perkantoran, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau langsung mengerahkan kekuatan penuh. 

Baca juga: Kebakaran Gegerkan Warga Desa Pemangkih HST, Api Diduga Dari Tungku Kayu

Sebanyak tiga sektor diturunkan ke lapangan, yakni Sektor Utara Kota, Sektor Barat, ditambah satu sektor tambahan guna mempercepat proses lokalisir api agar tidak merembet ke gedung pemerintahan.

 Setelah berjibaku melawan si jago merah, api akhirnya berhasil dikendalikan dan masuk tahap pendinginan pada malam hari. 

Namun, api yang berkobar hebat membuat sedikitnya 6 unit rumah ludes terbakar.

Berdasarkan data dari Kepala Desa Respen Tubu, Doleh Ucan, tercatat bangunan Terdampak ada 6 unit bangunan hangus rata dengan tanah.

Warga Terdampak ada 4 Kepala Keluarga (KK) dengan total 21 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Kemudian, lokasi Pengungsian  Seluruh korban kini dialihkan ke posko darurat di Balai Adat Desa Respen Tubu.

Di balik kerugian materiil, tersimpan kisah memilukan, Keluarga yang menghuni blok tersebut ternyata sedang dalam suasana berkabung setelah salah satu anggota keluarga mereka meninggal dunia sepekan lalu.

Saat api berkobar pada Minggu sore, sebagian besar penghuni sedang tidak berada di rumah karena tengah melayat ke Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, untuk prosesi pemakaman.

Mereka yang sedang berduka atas kehilangan nyawa kerabat, kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan harta benda dan tempat tinggal sekembalinya dari pemakaman.Wakil Bupati

Malinau, Jakaria, hadir langsung di lokasi kejadian saat bau sangit material terbakar masih menyeruak di udara. 

Dia memantau langsung kondisi 21 jiwa yang terdampak dan memastikan langkah taktis segera diambil.

Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Bagian Umum dan Asisten 1 telah menyalurkan bantuan makanan siap saji sebagai langkah darurat agar warga yang sedang berduka tidak lagi kesulitan urusan pangan.

Baca juga: Kebakaran di Sungai Pumpung Balangan, Rumah Reihanah Jadi Arang, Diduga Akibat Korsleting Listrik 

Selain itu, koordinasi pendirian posko di Balai Adat dilakukan agar tidak ada warga yang terlantar.

Wakil Bupati Jakaria menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu pemulihan ekonomi keluarga korban melalui dana bantuan khusus yang telah diinstruksikan oleh Bupati Malinau.

"Jadi yang paling penting adalah kelanjutan hidup korban dulu. Pak Bupati juga sudah menyampaikan untuk menyiapkan dana bagi 4 keluarga terdampak. Kami pastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi setelah musibah ini," tegas Jakaria saat menutup tinjauannya di lokasi kejadian, Minggu malam. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Musibah Kebakaran di Respen Tubu, Kronologi Lengkap dan Penanganan Pemkab Malinau

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved