Book Lover

Buku Menambah Koleksi Kosakata

Bagi Destiana Andini Putri karena membaca buku adalah cara efektif untuk mengasah kemampuan public speaking. 

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Destiani Andini Putri, mahir public speaking berkat membaca buku. 

Gemar membaca buku tak hanya karena buku adalah jendela ilmu, tetapi bagi Destiana Andini Putri karena membaca buku adalah cara efektif untuk mengasah kemampuan public speaking. 

"Manfaat yang saya rasakan dari membaca buku tak hanya sekedar menambah wawasan, tetapi juga mengasah public speaking saya," ucap siswi kelas 11 SMAN 1 Alalak, Barito Kuala (Batola) ini.

Semakin banyak membaca, maka akan semakin baik pula skill komunikasinya. Sebab ketika kita sedang membaca, otak kita akan terpapar oleh banyaknya kosakata. 

"Sehingga ketika berkomunikasi kita tidak akan kesulitan lagi ingin mengeluarkan kata-kata," ujar gadis kelahiran Banjarmasin, 10 Desember 2008 ini.

Sejak usia 14 tahun, Destiana mulai produktif membaca buku. Di usia ini, membaca menjadi tonggak awal untuk menyelam dalam imajinasi, mempelajari berbagai hal, memperluas wawasan dan menemukan inspirasi.

"Saya sangat menyukai bahan bacaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis," kata mentor public speaking dam pelatih debat ini.

Seperti memahami titik rumit buku filosofi, buku sejarah yang menyimpan kegelapan, atau buku-buku yang menceritakan tentang kebudayaan warisan bangsa. 

Winner of Duta Speak Up Kalimantan Selatan 2024 ini juga menyukai buku-buku self improvement yang dipenuhi motivasi dan tips sederhana yang dapat dilakukan.

"Selain itu saya menyukai buku yang membahas tentang isu sosial. Tak sekadar dibaca, isu tersebut dapat dijadikan topik dalam ruang diskusi bersama teman-teman. Sehingga menciptakan bibit unggul, generasi penerus yang melek isu sosial," seru Destiana.

Penulis puisi genre roman ini biasanya membaca buku saat ada waktu luang, dan biasanya ditemani dengan secangkir kopi. 

"Dalam sehari saya membiasakan membaca buku 10 sampai 15 halaman atau paling tidak satu halaman, yang diprioritaskan adalah konsistensinya," tukasnya.

Urusan beli buku, tidak ada waktu yang ditentukan untuk membeli buku. Ia biasanya hanya akan membeli buku, ketika sudah  menyelesaikan buku-buku yang ada.

"Saya lebih menikmati membaca buku cetak. Selain menghargai karya penulis, dengan mengunjungi toko buku akan melihat banyak karya-karya lainnya yang tersusun rapi dan memberi gairah membaca," katanya. 

Selain itu Destiana juga sering mengunjungi perpustakaan terdekat untuk membaca buku. Membaca buku secara offline juga dapat mengurangi paparan radiasi handphone. 

"Ketika ada kutipan dari buku yang menarik, saya bisa langsung menandai dengan stabilo. Sehingga lebih lama mengingat materinya. Namun tidak menutup kemungkinan, penggunaan buku online masih digunakan jika terdapat beberapa jenis buku yang sudah tidak diterbitkan lagi karena beberapa faktor, atau stok buku yang menipis di daerah sekitar," tukasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved