Tribun Smart

Rahmawati, Duta yang Pintar Membagi Waktu

Rahmawati, yang terpilih menjadi Duta Pepelingasih merupakan tipe orang yang lebih suka mendengarkan dulu sebelum berbicara

|
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Rahmawati yang terpilih menjadi Duta Pepelingasih. 

Perempuan satu ini penampilannya cukup sederhana dan ia senang belajar hal baru, juga gampang beradaptasi dengan lingkungan. 

Rahmawati STr KE tipe orang yang lebih suka mendengarkan dulu sebelum berbicara. Tapi kalau sudah dekat, biasanya jadi cukup terbuka. 

Alumnus Poltekes Kemenkes Banjarmasin ini punya prinsip, setiap usaha tidak akan pernah sia-sia. Sekalipun hasilnya tidak sesuai harapan, tapi selalu ada pelajaran yang bisa diambil.  "Jadi saya percaya bahwa proses itu sama berharganya dengan hasil," katanya.

Rahmawati mengaku bahwa ia selalu bersemangat ketika menghadapi kegagalan, karena ia mampu bangkit kembali dengan tekad yang kuat.

"Awalnya memang pasti merasa kecewa, karena wajar kalau kita sudah berusaha tapi tidak sesuai yang diinginkan. Tapi setelah itu saya biasanya mencoba menenangkan diri, melihat lagi apa yang salah, lalu menjadikannya pengalaman untuk melangkah lebih baik," ungkapnya.

Bagi Rahmawati kegagalan itu bukan akhir, tapi tanda bahwa ada cara lain yang harus dicoba.

Sosok wanita yang paling menginspirasi baginya adalah sang ibu. Beliau bukan hanya orang tua, tetapi juga guru kehidupan yang selalu menjadi teladan dalam kesabaran, keteguhan hati, dan semangat pantang menyerah. 

"Dari beliau saya belajar arti tanggung jawab, perjuangan, serta bagaimana tetap kuat meski keadaan tidak selalu mudah. Ibu adalah alasan terbesar saya untuk terus berusaha, karena setiap pencapaian yang saya raih ingin saya persembahkan sebagai bentuk rasa hormat dan kebanggaan untuk beliau," ungkapnya.

Bagi Rahmawati, ibu adalah sosok yang berperan dalam hidupnya. Beliau selalu memberi contoh lewat sikapnya, bukan hanya lewat kata-kata. "Dari beliau saya juga belajar bahwa kerja keras, keikhlasan, dan konsistensi bisa mengalahkan segala keterbatasan. Sampai sekarang, setiap kali saya merasa ingin menyerah, saya selalu teringat nasihat itu," tukasnya.

Selain itu pelajaran hidup juga ia dapatkan dari gurunya, dan itu sangat membekas. Salah satu ungkapan dari guru yang selalu diingat adalah kecerdasan itu penting, tapi yang lebih penting adalah ketekunan dan kejujuran.

Pelajaran hidup lainnya juga didapatnya dari bangku kuliah. Di tahap ini ia benar-benar belajar bagaimana menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi. 

"Ada banyak tekanan, tapi justru dari situ saya menemukan arti kedewasaan. Kuliah bukan hanya soal nilai, tapi tentang bagaimana kita membentuk karakter, membangun relasi, dan menghadapi kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus. Itu yang membuat saya merasa masa ini sangat berharga," paparnya.

Adapun pencapaian yang paling membanggakan bagi Rahmawati adalah ketika terpilih menjadi Duta Pepelingasih. Bukan hanya karena predikatnya, tetapi karena prosesnya penuh dengan pembelajaran. 

"Saya merasa bangga bisa dipercaya untuk membawa amanah dalam bidang kepemudaan dan lingkungan, sekaligus menjadi teladan bagi teman sebaya. Hal ini menjadi bukti bahwa usaha, doa, dan konsistensi dalam mengembangkan diri tidak pernah sia-sia," tukasnya.

Tantangan terbesar dirasakanya adalah bagaimana menyeimbangkan antara persiapan menjadi duta dengan kewajiban akademik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved