Book Lover
Mendapatkan Nilai Moral dan Pesan Kehidupan dari Buku
Sejumlah buku kisah legenda dari berbagai daerah menjadi koleksi Laksana Wulan Sari.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Gadis ini suka membaca buku kisah cerita rakyat. Bacaan fiksi tradisional yang berisi legenda, mite, fabel, dan dongeng dari berbagai daerah.
"Bacaan ini menarik karena sarat nilai moral, budaya, dan pesan kehidupan," kata Laksana Wulan Sari.
Menurutnya, setiap buku memiliki keunikan dan pelajaran tersendiri. Namun Legenda Danau Toba yang paling menarik.
"Kisah ini menarik karena menceritakan asal-usul sebuah danau besar di Sumatra Utara yang terkenal hingga sekarang," kata gadis kelahiran Banjarmasin, 3 Agustus 2008 ini.
Ceritanya sarat pesan moral tentang kejujuran, kesabaran, dan akibat dari melanggar janji.
"Selain itu, buku ini juga berkesan karena memperkenalkan budaya Batak serta kekayaan alam Indonesia, sehingga membuat pembaca lebih bangga dengan warisan cerita rakyat Nusantara," terangnya.
Wulan yang bersekolah di SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin, selain punya koleksi buku Malin Kundang: Si Anak Durhaka (Sumatra Barat), juga ada buku Timun Mas (Jawa Tengah), Sangkuriang (Jawa Barat).
Kemudian Legenda Danau Toba (Sumatra Utara), Bawang Merah Bawang Putih (Riau), Si Pahit Lidah (Sumatera Selatan), Keong Mas (Jawa Timur), La Dana dan Ikan Duyung (Sulawesi Tenggara).
Duta Pelajar Berbakat Banjarmasin 2025 ini mulai membaca sejak SD dan sampai sekarang membaca jadi kunci untuk berkembang.
Biasanya ia membaca saat senggang, membuat jadwal harian, menyisihkan waktu khusus, misalnya 30 menit pagi atau malam.
Jadi, ia gunakan waktu luang untuk membaca di sela istirahat atau sebelum tidur.
"Dengan membaca, bagi saya bisa melatih konsentrasi, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif," terangnya.
Selain itu, membaca juga membantu menumbuhkan minat belajar, menambah motivasi, serta membentuk karakter yang lebih baik melalui pesan moral yang terkandung dalam bacaan.
Dalam membaca ia memilih bacaan yang sesuai minat atau topik yang disukai dan membuat semangat membaca. Mulai dari bacaan ringan macam komik, cerita pendek, atau artikel singkat.
Ia juga cari tempat nyaman, karena suasana tenang membuat fokus lebih mudah. Menetapkan target kecil, misalnya 5–10 halaman per hari.
Wulan juga mendiskusikan bacaan dan berbagi cerita sehingga membuat aktivitas membaca lebih seru. "Saya juga buat catatan atau highlight untuk menambah daya ingat dan kesan menarik," katanya.
Wulan tidak menargetkan lama waktu membaca, biasanya ia mengusahakan membaca beberapa halaman setiap hari, tergantung waktu yang tersedia.
"Mengenai beli buku, saya biasanya belanja buku jika sudah selesai membaca buku lama dan supaya koleksi bacaan terus bertambah," katanya.
Selain itu beli buku ketika ada minat baru, misalnya ingin membaca novel, komik, atau buku pengetahuan tertentu.
"Biasanya saya membeli satu sampai dua buku," kata penghobi mendengarkan musik, oahraga dan melukis ini.
Wulan juga punya bahwa hidup ini singkat, jadi jangan habiskan waktumu untuk menjadi orang lain, jadilah dirimu yang terbaik.
Sesuai kebiasaan Wulan dalam membaca, berikut tips betah membaca darinya, yaitu pilih bacaan yang menarik sesuai minat, misalnya novel remaja, komik edukasi, atau cerita rakyat.
"Atur waktu khusus membaca agar jadi kebiasaan, misalnya 20–30 menit setiap hari," jelasnya.
Ciptakan suasana nyaman dengan tempat tenang dan pencahayaan cukup agar kondisi ruang memadai untuk membaca.
Selain catat hal penting atau beri highlight agar lebih seru dan mudah diingat, juga diskusikan bacaan dengan teman supaya terasa menyenangkan.
"Baca sedikit demi sedikit dulu, supaya tidak cepat bosan. Selain itu selingi dengan bacaan ringan agar tidak jenuh," pungkasnya. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Laksana-Wulan-Sari.jpg)