Book Lover
Buku Membuka Pintu Menuju Dunia Baru
Semua buku yang ia baca memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga, masing-masing istimewa dengan caranya sendiri.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Menurut Nahda Muliadi, setiap buku memiliki kesan dan nilai yang unik. Semua buku yang ia baca memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga, masing-masing istimewa dengan caranya sendiri.
Namun, jika berbicara tentang buku yang memengaruhi prospek kehidupan, buku berjudul Mindset karya Carol S Dweck PhD adalah salah satu yang sangat berkesan bagi siswi kelas 11 SMAN 1 Beruntung Baru ini.
"Buku ini mengungkapkan konsep mendalam tentang pola pikir yang berpengaruh pada kesuksesan dan perkembangan pribadi," jelas warga Desa Beruntung Baru, Kabupaten Banjar ini.
Dalam buku ini, penulis menjelaskan bagaimana perbedaan antara growth mindset (pola pikir berkembang) dan fixed mindset (pola pikir tetap) bisa membentuk cara kita menghadapi tantangan, mengambil keputusan, dan meraih tujuan hidup.
Gadis kelahiran Beruntung Baru, 27 Juli 2009 ini suka membaca sejak kecil ketika memasuki taman kanak-kanak. Saat itu, orangtuanya mengenalkan buku-buku ringan antata lain majalah Bobo. Kebiasaan baik itu terus berlanjut hingga ia beranjak dewasa dan sampai sekarang.
"Saya sangat menyukai bahan bacaan yang memberi wawasan mendalam, mulai dari pengetahuan dunia yang membuka pandangan tentang berbagai budaya dan peradaban, hingga topik politik yang mengasah pemahaman tentang dinamika kekuasaan dan masyarakat," katanya.
Selain itu, bacaan tentang isu sosial maupun kepribadian juga menarik hatinya, karena erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dalam mengubah mindset dan cara kita membangun harmoni di tengah perbedaan.
"Saya juga gemar membaca tentang agama atau religi, yang memberikan refleksi mendalam dan ketenangan jiwa," kata Peraih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional oleh Himaki Unair (Universitas Airlangga) Bidang IPA ini.
Nahda yang merupakan Duta Pelajar Kreatif Indonesia 2025, biasanya membaca buku saat ada waktu luang dan menerapkan aturan untuk sehari minimal membaca buku satu halaman.
Dalam membaca buku, ia tidak menargetkan waktu. Namun dalam satu hari pasti ada satu buku yang ia baca, entah itu 1-10 lembar per harinya. Ia lebih menerapkan konsistensi daripada lamanya waktu membaca.
Bagi Nahda, membaca itu seperti membuka pintu menuju dunia baru yang penuh ketenangan dan kedamaian. Setiap halaman memberikan pelarian sejenak dari rutinitas sehari-hari.
"Yang paling berkesan, membaca adalah cara untuk melatih pikiran menjadi lebih bijaksana. Saat menghadapi masalah, saya mampu melihatnya dari berbagai sudut pandang, menjadi lebih tenang dalam menyikapinya, dan memahami langkah terbaik yang perlu diambil," katanya.
Selain itu, membaca meningkatkan produktivitas dalam keseharian. Buku adalah sahabat setia yang selalu hadir, memberikan inspirasi dan memunculkan pemikiran baru yang menginspirasi.
"Untuk beli buku, tidak ada waktu pasti untuk saya membeli buku. Saya biasanya membeli buku setelah menyelesaikan satu buku yang sedang saya baca. Rasanya seperti sebuah pencapaian, dan saya ingin melanjutkan perjalanan literasi dengan buku baru. Namun, menambah koleksi buku juga bisa kapan saja tidak perlu menunggu selesai membaca," katanya.
Nahda menikmati membeli buku secara offline karena menurutnya, cara ini lebih menghargai karya sang penulis. Selain itu, ia bisa langsung melihat beragam pilihan buku di toko, sehingga lebih mudah menemukan bacaan yang menarik dan bermanfaat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Nahda-Muliyadi.jpg)