Kasus Pneumonia Balita di Kalsel
Dinkes Banjarmasin Ingatkan Kasus ISPA Sering Terjadi pada Anak-anak
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mengimbau warga untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan di tengah meningkatnya kasus flu
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Wali Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).HM Yamin HR mengimbau warga untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan di tengah meningkatnya kasus flu musiman.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banjarmasin, kasus ISPA sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan. Khusus September, mencapai 11. 261 kasus. Ini hampir dua kali lipat dibandingkan September 2024 yang sebanyak 6.571 kasus.
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Banjarmasin Emma menjelaskan ISPA sering terjadi pada anak-anak dan lansia. "Karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lebih lemah," katanya, Selasa.
Adapun sejumlah gejala yang dapat muncul, di antaranya batuk dan bersin dengan hidung tersumbat. Pilek, demam dan sakit kepala, nyeri tenggorokan, sesak napas, hingga pembesaran kelenjar getah bening.
Baca juga: Apotek di Sultan Adam Banjarmasin Ini Akui Ada Peningkatan Permintaan Obat Pilek dan ISPA
Baca juga: Tanahlaut Terjadi Peningkatan Kasus ISPA, Dinkes: Sebaran Penyakit Cukup Merata
Sebagai langkah antisipasi penularan, masyarakat diimbau untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat. "Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala," ujarnya.
Tidak hanya periode September, angka ISPA setiap bulannya di 2025 tak pernah lebih sedikit dari tahun 2024. Bila di total, ISPA pada tahun 2025 periode Januari-September mencapai 60.204 kasus. Sedangkan di 2024 periode yang sama, hanya sebanyak 49.729 kasus.
Tingginya angka kasus ISPA ini bahkan sempat membuat ruang perawatan khusus anak-anak di RSUD Sultan Suriansyah penuh. "Memang kebanyakan anak-anak. September lalu, semua bed di ruang anak-anak terisi," ujar Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr Syaukani.
Meski demikian, semua pasien tersebut, ujar Syaukani, dapat terlayani dengan baik, berkat dukungan fasilitas yang tersedia. "183 bed kami sudah disiapkan untuk pasien. Tapi bila tidak cukup juga, maka segera kami beri rujukan ke faskes terdekat," ujarnya.
Selain faktor cuaca, ISPA umumnya juga disebabkan oleh virus yang mudah menular. Penyakit ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya.
Namun, bila daya tahan tubuh seseorang menurun, gejalanya bisa memburuk hingga memerlukan perawatan intensif.
Sementara meningkatnya kasus flu di Kota Banjarmasin turut berdampak pada pembelian obat batuk dan pilek di sejumlah apotek.
Meski kedua obat tersebut laris, dua apoteker menegaskan peningkatan tersebut tidak serta-merta menandakan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Apoteker dari Apotek Sultan Adam K24 menyampaikan permintaan obat pilek dan pernapasan memang meningkat belakangan ini.
Namun bukan berarti permintaan datang dari orang yang positif ISPA. Pemeriksaan medis masih perlu dilakukan untuk memastikan gelaja ISPA atau hanya flu biasa.
“Harus dipastikan dulu ke dokter apakah ISPA atau bukan. Kalau obat-obat pilek memang banyak dibeli akhir-akhir ini. Kami ada obat untuk pernapasan khusus. Batuk pilek juga ada,” ujarnya melalui sambungan telepon resmi, Selasa (14/10) pukul 14.00 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pemko-Banjarmasin-berencana-beli-lahan-untuk-perluas-parkir-RSUD-Sultan-Suriansyah-25092023.jpg)