Kasus Pneumonia Balita di Kalsel
Dinkes Banjarmasin Ingatkan Kasus ISPA Sering Terjadi pada Anak-anak
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mengimbau warga untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan di tengah meningkatnya kasus flu
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Edi Nugroho
Senada dengan apoteker dari Apotek Murah Sehat Teluk Dalam. “Kalau pembeli obat batuk pilek benar meningkat karena memang musimnya kan. Tapi untuk memastikan itu ISPA, harus periksa ke dokter dulu. Belum tentu semua yang pilek itu ISPA,” jelasnya melalui sambungan telepon resmi.
Kedua apoteker mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa gejala flu atau pilek yang dialami adalah ISPA. Pemeriksaan medis tetap menjadi langkah utama untuk diagnosis yang akurat.
Di Kabupaten Tanahlaut juga terjadi peningkatan Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) .
"Peningkatan terjadi pada September. Tapi tidak terlalu luar biasa," sebut Kepala Dinkes ala dr Hj Isna Farida, Senin (13/10).
Pada tahun ini hingga September, rinci Isna, total kasus ISPA pada balita sebanyak 7.921. Untuk dewasa sebanyak 18.149.
Sebaran kasus ISPA tersebut dikatakannya cukup merata pada semua wilayah di Tala.
Tahun ini karena kemarau dan kabut asap tak terlalu besar lanjut Isna, pihaknya tidak ada kegiatan atau program khusus terkait penanganan ISPA.
Sedangkan edukasi terkait bahaya debu dan sebagainya, apakah oleh cuaca ataupun polusi, selalu dilakukan. Ini bagian dari kegiatan rutin semua petugas kesehatan di tiap puskesmas.
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga mendapat perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong mencatat sepanjang Januari-September 2025 kasus ISPA mencapai 14.220 kasus. Peningkatan terjadi sejak Agustus dan meningkat lagi pada September untuk semua kategori usia.
Di Agustus tercatat 1.861 kasus dan September naik menjadi 2.139 kasus. Terbanyak di rentang usia 19-59 tahun dan 0-kurang dari 5 tahun.
Plt Kepala Dinkes Tabalong Husin Ansari mengatakan ISPA disebabkan virus, bakteri serta faktor lingkungan. "Saat ini faktor penyebabnya karena musim peralihan atau pancaroba dan kasusnya hampir merata di seluruh wilayah," ujarnya, Selasa sore.
Udara lembab dan suhu tidak stabil inilah yang mempermudah tumbuhnya virus dan bakteri.
ISPA ditandai oleh hidung tersumbat atau berair, batuk kering atau berdahak, sakit tenggorokan, pilek, suara serak, demam dan sakit kepala. "Pada ISPA ringan dapat sembuh 5-7 hari, sedangkan yang berat bisa sampai 3 minggu baru sembuh," jelasnya.
Untuk pengobatannya, lanjut Husin, harus istirahat cukup, minum banyak air, dan pengobatan simptomatik. Sedangkan ISPA berat perlu dilakukan pengobatan medis dan perlu antibiotik serta rawat jalan atau rawat inap, agar tidak menjadi pneumonia yang mengakibatkan sesak napas.
Sementara dampak buruk ISPA terhadap kesehatan masyarakat selain menyebabkan gangguan fungsi pernapasan, juga menurunnya daya tahan tubuh dan komplikasi yang bisa menyebabkan pneumonia atau radang paru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pemko-Banjarmasin-berencana-beli-lahan-untuk-perluas-parkir-RSUD-Sultan-Suriansyah-25092023.jpg)