Book Lover

Norhayati seperti Mengumpulkan Lentera-lentera Kecil

Hingga kini, Norhayati lebih banyak menyukai bahan bacaan bertema self improvement macam buku  pengembangan diri, kepemimpinan, dan motivasi.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Noorhayati dengan salah satu buku favoritnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aktif mengikuti kegiatan jurnalistik sekolah dan lomba karya tulis ilmiah sejak SMP di tahun 2014, hal itu semakin menumbuhkan minat Norhayati terhadap membaca dan menulis.

Ia suka membaca berbagai referensi. Hingga kini, lebih banyak menyukai bahan bacaan bertema self improvement macam buku  pengembangan diri, kepemimpinan, dan motivasi karena ia merasa dari membaca banyak buku tentang self improvement membuat lebih percaya diri.

"Dulu saya orang yang tidak berani berbicara di depan umum di depan banyak orang, tapi karena latihan dan tambahan dari membaca buku, membuat saya berani dan akhirnya senang bisa berbagi ilmu menjadi narsumber, memotivasi banyak, orang selain itu saya juga suka buku-buku hukum yang berkaitan dengan studi," ungkapnya.

Waktu terbaik bagi wanita kelahiran Handil Kelua, 2 Mei 2003  ini untuk membaca adalah pagi hari dan malam hari sebelum tidur. Pada pagi hari, pikiran masih segar sehingga lebih mudah memahami materi baru atau bacaan yang berat seperti buku hukum. 

Warga Desa Banyu Hirang, Gambut, Kabupaten Banjar ini, senang membaca di malam hari untuk membaca buku bertema self improvement, karena suasananya lebih tenang dan membantu saya refleksi serta menenangkan diri sebelum beristirahat.

Dalam sehari, ia biasanya meluangkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam untuk membaca. Waktu tersebut ia bagi antara pagi atau malam hari, tergantung pada aktivitas hariannya. 

Baginya, membaca adalah seperti menyalakan pelita di tengah gelapnya ketidaktahuan. Dari kebiasaan sederhana itu, ia merasakan banyak manfaat yang perlahan membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak. 

Buku-buku hukum mengajarkan ketegasan dalam berpikir, kemampuan menganalisis, dan kepekaan terhadap nilai keadilan. Bacaan bertema self improvement menuntun lebih mengenal diri sendiri, mengelola waktu dengan bijak, dan menjaga semangat di tengah perjalanan hidup yang penuh dinamika.

"Membaca juga menjadi ruang refleksi bagi saya. Saat halaman demi halaman terbuka, saya seakan berdialog dengan penulis, menyerap makna, dan menemukan kembali semangat untuk terus berkembang. Dari kebiasaan inilah saya belajar bahwa pengetahuan bukan hanya untuk dihafal, melainkan untuk dihidupi," tukasnya.

Maka baginya, manfaat membaca bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan kedewasaan berpikir, memperkaya jiwa, dan memperhalus cara pandang terhadap kehidupan. Membaca menjadikan pribadi yang lebih tenang, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan dengan pikiran yang jernih serta hati yang terbuka.

Norhayati biasanya membeli buku ketika merasa membutuhkan udara baru bagi pikiran saat ide mulai terasa sempit, atau ketika ada topik yang ingin ia pahami lebih dalam. 
"Untuk momen membeli buku bagi saya bukan sekadar transaksi, tetapi seperti menanam benih pengetahuan baru. Saya sering mencari buku ketika berkunjung ke toko buku atau pameran literasi, dan tak jarang juga membeli secara daring ketika menemukan judul yang menarik, khususnya buku bertema self improvement dan hukum," terangnya.

Norhayati percaya setiap buku memiliki waktunya sendiri untuk datang ke pembaca. Ada buku yang ia beli karena sedang butuh inspirasi, ada pula yang ia pilih karena ingin memperdalam pemahaman akademik. Dengan begitu, membeli buku baginha bukan kegiatan rutin semata, melainkan perjalanan kecil menemukan versi diri yang lebih baik melalui kata-kata.

"Saya membeli buku baik secara offline maupun online, tergantung situasi dan suasana hati. Ada kalanya saya lebih suka datang langsung ke toko buku, karena suasananya memberi pengalaman yang tak tergantikan. Aroma khas halaman kertas, deretan sampul warna-warni, dan momen ketika menemukan buku menarik di antara rak-rak seakan memberi rasa tenang tersendiri seperti menemukan harta karun di lautan kata," bebernya.

Jika sedang berada dalam masa aktif belajar atau penelitian, ia cenderung membeli lebih banyak buku bertema hukum, baik yang bersifat akademik maupun praktis. Namun, di luar kegiatan kampus, ia sering menambahkan beberapa buku self improvement sebagai teman refleksi diri.

Ia tidak pernah membeli buku hanya karena ingin menambah koleksi, tetapi karena ingin menambah bekal pengetahuan dan inspirasi. Setiap buku yang ia pilih memiliki alasan tersendiri, mksal mencari jawaban atas suatu pertanyaan, atau memperkaya sudut pandang hidup.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved